Dicko : Bromo FM Rabu 06/08/14 , 09 : 00 WIB Berprofesi sebagai guru Taman Kanak-Kanak (TK) kerap sekali menimbulkan sebuah pert...
Dicko : Bromo FM
Rabu 06/08/14 , 09 : 00 WIB
Berprofesi
sebagai guru Taman Kanak-Kanak (TK) kerap sekali menimbulkan sebuah
pertanyaan dari orang-orang sekitar, sebab, sebagai pengajar anak yang
masih usia dini sangat membutuhkan metode yang luar biasa untuk melatih
karakter anak tersebut, demikian juga seorang guru TK harus betul-betul
melatih kesabaran dan ketelatenannya. Seperti yang dilakoni oleh Ika Risti Fauzi, perempuan asal Kebonagung, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo ini sudah 8 tahun lamanya berprofesi sebagai guru TK, hingga saat ini dirinya tidak pernah mengeluh untuk menjalani pengabdiannya mendidik anak usia dini dengan prinsip sebagai penerus Bangsa, selain itu dirinya mempunyai rasa cinta damai terhadap anak usia dini.
Perempuan cantik kelahiran Probolinggo 20 September 1985 ini, sangat berkeinginan menggali potensi dan menumbuh kembangkan karakter anak yang nantinya bisa di andalkan akhlak dan kemampuannya sebagai anak yang berpotensi di Negeri Indonesia.”Kenapa saya selalu bersemangat menjadi pengajar sebagai guru TK, sebab bagi saya (Taman Kanak-kanak) diibaratkan sebagai taman, dan anak sebagai bunga yang sedang tumbuh. Seperti taman bagi bunga, TK merupakan tempat yang “subur” bagi perkembangan anak. Berhidmah di taman dengan aroma semerbak wangi bunga dengan segala ke unikannya mempunyai daya tarik tersendiri,” katanya.
Risti panggilan akrabnya yang masih menempuh kuliah S1 UNS (Universitas Sebelas Maret) Surakarta ini menyebutkan, bahwa untuk mendidik anak usia dini telah menerapkan 18 karakter, yaitu Religius, Jujur, Akhlak, Disiplin, Nasionalisme, Kreatif, Mandiri, Demokratis, Rasa Ingin Tahu, Semangat Kebangsaan, Cinta Tanah Air, Menghargai Prestasi, Bersahabat/Komunikatif, Cinta Damai, Gemar Membaca, Peduli Lingkungan, Peduli Sosial dan Tanggung Jawab, ”18 karakter ini lah yang menjadi kunci utatama terhadap anak didik kami,”sebutnya.
Menurut Risti, perempuan yang suka berpuisi ini, menjadi guru TK/RA bukan karena suatu “kebetulan,” melainkan “tujuan” dalam arti disengaja menjadi pilihan. Dengan penuh kesadaran, berbekal pemahaman tujuan dan fungsi pendidikan TK, mereka harus mampu menyelenggarakan kegiatan pembelajaran di TK secara tepat, mampu memodifikasi dan mengembangkan cara pembelajarannya tanpa mengabaikan kaidah-kaidah pedagogis tentang pendidikan anak.
“Setiap orang tua murid yang mempercayakan pendidikan putra/inya, tentu berharap ingin mendapatkan yang terbaik. Satu sisi lain dari pihak guru berusaha semaksimal mungkin memberikan pelayanan anak didik dengan cara terbaik pula.Saya berupaya semaksimal mungkin memberikan materi-materi yang menarik dan tepat kepada anak usia dini, sebab, itu adalah tangung jawab saya sebagai gurunya,”ujar Risti.(Dc)


COMMENTS