Dicko : BromoFM Jum'at , 22/08/2014 , 08 : 00 WIB Siapa yang tidak kenal dengan olah raga tradisional yang namanya olah raga ...
Dicko : BromoFM
Jum'at , 22/08/2014 , 08 : 00 WIB
Siapa yang tidak kenal dengan olah raga tradisional yang namanya olah raga tarik tambang. Dalam permainan olah raga ini sangat membutuhkan tenaga yang sangat ekstra untuk melumpukan lawannya. Seperti apa permainannya?
Dalam permainan olah raga yang unik dan lucu juga dimiliki yang namanya tarik tambang. Pertandingan yang melibatkan dua regu ini, dengan 5 atau lebih peserta harus tercatat kompak untuk beradu tenaga dengan lawan. Dua regu bertanding dari dua sisi berlawanan, dan semua peserta memegang erat sebuah tali tambang. Di tengah-tengah terdapat pembatas berupa garis. Masing-masing regu berupaya menarik tali tambang sekuat mungkin agar regu yang berlawanan melewati garis pembatas. Regu yang tertarik melewati garis pembatas dinyatakan kalah.
Tampak terlihat dalam permainan ini, salah satu regu yang berusaha untuk mengalahkan lawannya, bahkan, dari optimisnya untuk menyeret lawannya hingga ke garis penentuan kalah dan menangnya, terlihat salah satu regu ini telah berupaya sekuat mungkin mengeluarkan semua tenanga yang tersimpan di tubuhnya, demi meraih kemenangan dalam perlombaa tersebut.
Ayo..ayo…semangat..!!! support dari penonton yang tidak mau teman kerja se-atapnya terkalahkan oleh musuhnya. Dalam perlombaan tarik tambang tersebut dilaksanakan dalam rangka menyemarakkan HUT RI ke-69, yang diikuti antar Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo, Rabu (20/8/14) yang dipusatkan dihalaman kantor Pemkab Probolinggo.
“Saking dari emosionalnya saya untuk mengalahkan lawan, sampai-sampai group saya jatuh terpeleset. Namun kami masih berupaya untuk menahan tarikan dari lawan. Saya merasa permainan tarik tambang ini sangat unik dan lucu, sehingga group kami over saat adu kekuatan,” ujar Agung salah satu peserta.
Menurutnya, untuk memenangkan lomba tarik tambang terebut bukan perkara yang mudah, akan tetapi butuh strategi dan cara yang tepat unhtuk melumpuhkan lawan. Sebab, kalau hanya mengandalkan otot, tidak mungkin menang,”semua permainan pasti ada caranya untuk mempermudah cara kita bermain,”sebut Agung.
Sementara itu, Chalid Abubakar, selaku Kasi Pengembangan Keolahragaan dari Kantor Pemuda dan Olahraga (Kanpora) Kabupaten Probolinggo, membenarkan trik dalam olah raga tarik tambang tersebut. “Taktik permainan terletak pada penempatan pemain, kekuatan tarik dan pertahanan tumpuan kaki di tanah. Pada umumnya pemain dengan kekuatan paling besar ditempatkan di ujung tali, untuk menahan ujung tali saat bertahan atau menghentak pada saat penarikan,” jelasnya.
Di katakan Chalid, dalam lomba tarik tambang masing-masing anggota tim harus berusaha menarik tim lawannya yang berada di ujung seberang tambang dengan cara menarik sekuat mungkin talinya. Tarikan yang diberikan ini disebut gaya. Jika kita menganggap tali tidak bermassa, maka tarikan yang dilakukan pada tali ini akan diteruskan sepanjang tali sampai pada bagian tali yang dipegang oleh tim lawan.
Selain itu lanjutnya, Pada saat menarik tambang, peserta tim melakukannya dengan mencari posisi tumpuan kaki yang sekuat mungkin, memiringkan tubuhnya sedikit ke belakang lalu menarik tambangnya sekuat mungkin. Tumpuan kaki yang kuat diperlukan agar pada saat seseorang menarik tali, ia tidak ikut terseret. Selain itu, pada saat menarik, anggota tim juga harus memiringkan (mencondongkan) tubuhnya ke arah belakang. Hal ini perlu untuk menjaga keseimbangan akibat tarikan tali sebagai reaksi dari tarikan yang dilakukan ditambah gaya tarikan yang diberikan oleh lawan.
Jika badan tidak dicondongkan, dijelaskannya lagi, maka dapat dipastikan tubuh kita akan terjungkal ke depan. Dengan mencondongkan tubuh ke belakang berarti kita memindahkan berat tubuh kita sehingga melawan tarikan tali yang bekerja terhadap kita. Dengan demikian akan mempertahankan tubuh kita sehingga tidak terjerembab ke depan pada saat kita dan lawan menarik. Di samping itu, apabila tubuh tidak dimiringkan, kita terpaksa harus mempertahankan keseimbangan kita dengan cara memindahkan titik tumpu kita ke depan. Dan ini berarti kita harus bergerak maju mendekati garis batas yang akan membuat kita dinyatakan kalah.
“Nah, olah raga tarik tambang ini memang membutuhkan gaya dan trik agar tidak kewalahan saat menghadapi lannya. Olah raga ini adalah budaya Jawa, yang selama ini masih tetap dihidupkan, dari itu, di Kabupaten Probolinggo ini tarik tambang dan olah raga tradisional lainnya masih tetap di budayakan,” ucap Chalid.(Dc)



COMMENTS