Dicko : Bromo FM Selasa 05/08/14 , 09 : 00 WIB KRAKSAAN – Pasca hari raya idul fitri 1435 H, para nelayan masih tetap melaksana...
Dicko : Bromo FM
Selasa 05/08/14 , 09 : 00 WIB
KRAKSAAN
– Pasca hari raya idul fitri 1435 H, para nelayan masih tetap
melaksanakan aktivitasnya di laut, namun setelah empat hari usai lebaran
para nelayan tidak lagi beraktivitas selama dua hari, pasalnya, angin
tenggara mulai sangat kencang berhembus di pantai Desa Kalibuntu,
Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo.
Para nelayan di sekitar Desa Kalibuntu terpaksa menambatkan perahunya disebabkan adanya ombak yang cukup besar yang disertai angin kencang tersebut mengakibatkan para nelayan tidak berani melaut.
Salah seorang nelayan mengaku, selama dua hari ini sejak tanggal 4-5 Agustus 2014 para nelayan banyak yang tidak beraktivitas karena sering terjadi angin kencang, baik di pasisir dan ditengah lautan.
"Disini semua nelayan total tidak berani mengoprasikan kapalnya, baik yang memakai perahu maupun yang memakai kapal sleret, karena se usai lebaran biasanya tidak pernah terjadi angin kencang seperti sekarang ini," ujar Buhari (35), nelayan setempat.
Kalau angin tidak terlalu kencang, para nelayan masih ada yang nekat untuk melaut, namun untuk sekarang ini seluruh nelayan tidak ada satupun yang berani menjaring ikan ke tengah laut.
"Biasanya kalau angin tenggara ini datang, tidak cukup dua atau tiga hari, melainkan sampai satu minggu, ini terjadi setiap tahun. Namun tidak se kencang sekarang,” jelasnya.
Selain itu, mereka tidak melaut bukan hanya karena angin kencang, melainkan disebabkan datangnya ombak yang cukup besar,"Kalau dipinggiran ombak dan anginnya memang terlihat seberapa besar, ketemunya kalau sudah di tengah laut,” katanya.
Meski banyak nelayan yang tidak melaut beberapa hari terakhir, para nelayan mengakui harga ikan masih relative stabil. Kalaupun ada kenaikan harga ikan, itu bukan karena pengaruh tidak adanya ikan. Buhari mengaku, yang banyak saat ini adalah ikan tongkol, harga jualnya dipasaran mencapai Rp 10.000, ikan temuru Rp 2500, sedangkan ikan kembung Rp 9.000.
"Ikan cukup lumayan dan harganya masih stabil. Kalau naik penyebabnya adalah angin tenggara dan ombak besar ini," terang Suryono, seorang nelayan lain.(Dc)



COMMENTS