Dicko : Bromo FM Kamis 17/07/14 , 08:00 WIB KRAKSAAN - Masih sulitnya mendapatkan pekerjaan bagi sejumlah pemuda menjadikan A...
Dicko : Bromo FM
Kamis 17/07/14 , 08:00 WIB
KRAKSAAN
- Masih sulitnya mendapatkan pekerjaan bagi sejumlah pemuda menjadikan
Anton (40) warga desa Sidopekso, Kecamatan kraksaan, Kabupaten
Probolinggo nekat membuka usaha grafier dari modal hutang ke kerabat
dekatnya untuk mengangkat martabat pemuda di desanya. Saat dikonfirmasi
Kamis (17/7/14) Anton mengaku kini usaha yang dirintisnya pada 2009
mampu mempekerjakan puluhan pemuda di Desanya.
Anton menambahkan, meski dirinya nekat membuka usaha kaca grafier, bukan berarti dirinya tidak memiliki keterampilan berawal dari pengalaman bekerja usaha grafier milik juragannya di luar daerah. Anton akhirnya nekat meminjam 20 juta sebagai modal awal membuka usahanya.
“Dengan usaha ini saya tidak didasari dengan mencoba, akan tetapi saya memang bertekat untuk lebih mengembangkan pengalaman saya selama beberapa tahun. Siapa tahu dengan membuka usaha endiri seperti ini bisa lebih maju dan berkembang,” kata Anton.
Saat ini Anton mengaku omzet perbulan yang diterima mencapai puluhan juta rupiah meski baru pada tahun 2009 memulai usahanya, Anton mengaku permintaan yang cukup tinggi berasal dari pulau madura.”Ya alhamdulillah permintaan sekarang tambah tinggi, apa lagi dari Pulau Garam Madura,” katanya lagi.
Selain dari pulau Madura pasar yang dibidik Anton berasal dari Daerah pegunungan seperti tiris dan krucil, sedangkan disinggung pesanan kaca grafier jelang lebaran, Anton mengaku peningkatan permintaan mencapai 100 persen,”di Daerah pegunungan juga lumayan banyak pemesanan, jadi saya cuma tinggal menyesuaikan selera orang-orang di pagunungan,” imbuhnya.(Dc)
Anton menambahkan, meski dirinya nekat membuka usaha kaca grafier, bukan berarti dirinya tidak memiliki keterampilan berawal dari pengalaman bekerja usaha grafier milik juragannya di luar daerah. Anton akhirnya nekat meminjam 20 juta sebagai modal awal membuka usahanya.
“Dengan usaha ini saya tidak didasari dengan mencoba, akan tetapi saya memang bertekat untuk lebih mengembangkan pengalaman saya selama beberapa tahun. Siapa tahu dengan membuka usaha endiri seperti ini bisa lebih maju dan berkembang,” kata Anton.
Saat ini Anton mengaku omzet perbulan yang diterima mencapai puluhan juta rupiah meski baru pada tahun 2009 memulai usahanya, Anton mengaku permintaan yang cukup tinggi berasal dari pulau madura.”Ya alhamdulillah permintaan sekarang tambah tinggi, apa lagi dari Pulau Garam Madura,” katanya lagi.
Selain dari pulau Madura pasar yang dibidik Anton berasal dari Daerah pegunungan seperti tiris dan krucil, sedangkan disinggung pesanan kaca grafier jelang lebaran, Anton mengaku peningkatan permintaan mencapai 100 persen,”di Daerah pegunungan juga lumayan banyak pemesanan, jadi saya cuma tinggal menyesuaikan selera orang-orang di pagunungan,” imbuhnya.(Dc)



COMMENTS