Dicko : Bromo FM Rabu 16/07/14 , 08:00 WIB MENGENAL usaha kue kering di Kabupaten Probolinggo bukan hal yang baru lagi, sebab ...
Dicko : Bromo FM
Rabu 16/07/14 , 08:00 WIB
MENGENAL
usaha kue kering di Kabupaten Probolinggo bukan hal yang baru lagi,
sebab sejak dahulu di Kabupaten Probolinggo telah dikenal dengan usaha
kue kering khusus lebaran. Hal itu juga dikerjakan oleh Hamidah (51) di
perum Sidopekso, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo. Selama tiga
tahun ini dari tahun 2011 silam dirinya sudah mulai merintis usaha ini
hingga sekarang.
Perempuan kelahiran Probolinggo 1963 ini mengatakan, bahwa usaha kue kering pada saat bulan ramadhan ini bukan usaha perkara mudah, karena usaha ini juga banyak ditekuni oleh pengusaha kue-kue kering lainnya yang berada di kecamatan kraksaan. Namun dengan keadaan itu dirinya masih tetap sangat optimis untuk lebih jauh mengembangkan usahanya yang sudah banyak menghabiskan modal itu.
“Dari awal saya terjun ke dunia bisnis membuat kue kering ini saya mempunyai prinsip, bahwa kedepan bagaimanapun keadaannya dan apa resikonya harus saya jalani. Dari prinsip seperti itulah saya menjadi optimis sampai sekarang ini menjalani usaha membuat kue kering,” sebut perempuan yang mempunyai tiga anak ini.
Disamping itu, memasuki bulan suci Ramadhan 1435 H ini yang sekaligus menjelang Hari Raya Idul Fitri membuatnya tambah semangat untuk bekerja memproduksi kue-kue kering dirumahnya, sebab menurutnya, pada masa mendekati lebaran ini omzet yang di dapatnya lebih besar dari pada hari-hari biasanya. Dan momen inilah yang membuat peluang bagi Hamidah kuntuk mendapatkan omzet yang tinggi.
Dengan tingginya permintaan kunsumen masyarakat kota Kraksaan khususnya, membuat perempuan yang hanya tinggal berdua dengan suaminya ini harus bisa mengatur waktu untuk membuat jenis-jenis kue kering yang, sebab biasanya memasuki H-7 hingga H-3 permintaan tambah naik.
Dari naiknya permintan para pelanggannya itu tidak hanya dari mdalam kota Kraksaan dan dalam Kabupaten Probolinggo saja, melainkan pelanggannya berasal dari luar Daerah yaiti dari Kota Probolinggo dan Pasuruan.
“Mendekati lebaran ini saya harus lembur membuat kue, karena saya membuatnya hanya sendirian tidak ada bantuan dari orang lain. Dari jam 07.00 pagi saya mulai stard kerja membuat kue, hingga sore, habis shalat taraweh saya lanjutkan lagi, terkadang sampai pukul 10.00 malam,” paparnya.
Jenis kue kering buatan Hamidah ini bermacam jenis kue kering untuk lebaran, seperti rengginang, disitu rengginangnya ada tiga rasa, pastel kering, ladrang, kacang sembunyi, satru dan dua jenis kue kering lainnya. Peralatannyapun yang di pakai Hamidah serba listrik dan gas elpiji seperti open, perekat plastik, mikser dan blander.
Hamidah mengaku, selama bulan Ramadhan ini omzet yang didapatnya setiap hari bisa mencapai 1,5 juta per harinya, itupun hanya melayani pemesanan saja, selama ini dirinya tidak pernah jualan di pasar akan tetapi hanya melayani pemesanan saja,”kalau hari biasanya yang pesan tidak begitu banyak. Tapi saya bersyukur alhamdulillah selama 3 taun ini omzet yang saya dapat dengan usaha kue kering ini lumayan banyak,” tukasnya.(Dc)



COMMENTS