Dicko : Bromo FM Selasa 15/07/14 , 09:00 WIB KRAKSAAN – Menjelang Hari raya Idul Fitrih 1435 hijriah yang hanya tinggal bela...
Dicko : Bromo FM
Selasa 15/07/14 , 09:00 WIB
KRAKSAAN
– Menjelang Hari raya Idul Fitrih 1435 hijriah yang hanya tinggal
belasan hari saja. Kue kering dipasaran saat ini mulai diburu oleh
masyarakat disejumlah pasar tradisional di Kabupaten Probolinggo.
Salah
satunya di pasar Semampir kota Kraksaan, Kabupaten Probolinggo. Para
pedagang kue kering mulai banyak bertebaran, mereka mengaku dapat meraih
omzet 50% lebih besar dari hari biasa dengan banyaknya warga kota
Kraksaan memburu kue kering untuk kebutuhan Lebaran mulai pertengahan
bulan Ramadhan.
"Meski Lebaran masih agak jauh waktunya, omzet bisa naik hingga 50%, pembeli juga semakin ramai. Terutama pada H-7 sampai H-3 pembeli akan semakin ramai lagi untuk berburu kue-kue kering atau makanan ringan," ujar Khusnul Khotimah Afifi seorang penjual kue kering di Pasar Semampir kota Kraksaan Selasa (15/7/14).
Harga setiap jenis kuenya beragam mulai dari Rp20.000 hingga Rp 75.000/kg bahkan sampai harga Rp 100.000 per kemasan, tergantung dari jenisnya. Selain melonjaknya harga bahan pokok, harga kue kering juga ikut mengalami kenaikan sebab bahan-bahannya jelang lebaran ini juga naik.
Khusnul mengaku, kue kering yang dijualnya juga kebanyakan hasil produksi dari dalam Kabupaten Probolinggo sendiri, seperti kacang telur, kripik pisang, satru, sagun, dan kue telur. Ada juga kue yang dijualnya dari kemasan dari pabrik.
“kalau kacang peyek, ciputan mari kue wijen itu saya mengambil dari Lumajang. Sedangkan untuk balado, plintiran, polong ijo kacang peyek saya mengambil dari Pasuruan. Sebab masyarakat itu kemauannya banyak yang menginginkan kue kering yang unik dan enak,”kata Khusnul saat ditemui di tempat jualannya.
Ia menyebutkan, pada hari ke 17 bulan puasa ini setiap harinya ia mendapat omzet mencapai 1,5 juta, terkadang kalau lagi sepi lanjutnya masih bisa mencapai Rp 800.000. Dirinya berjualan kue kering hanya bulan puasa saja, kalau hari biasanya buka toko peracangan.
“Kalau sudah H-7 hingga H-3 biasanya kue kering ini semakin diburu masyarakat, setiap tahunnya memang sudah seperti ini selalu ramai pembeli, dan omzetnyapun bertambah bisa mencapai 3 juta rupiah per harinya,” jelas Khusnul.(Dc)



COMMENTS