Dicko : Bromo fm Jum'at 04/07/14. 09:00 WIB Gading – Usaha limun tradisional terkadang banyak orang mengira minuman kurang berpot...
Dicko : Bromo fm
Jum'at 04/07/14. 09:00 WIB
Jum'at 04/07/14. 09:00 WIB
Gading – Usaha limun tradisional terkadang banyak orang mengira minuman kurang berpotensi dan kurang menguntungkan. Namun bagi Syamsi (49) usaha yang dijalaninya kian menjanjikan,apalagi memasuki Ramadhan dan menjelang Idul fitrih, yang jelas peminatnya bertambah.Selain itu bisnisya ini sudah menjadi produk home industry legendaris dari Kecamatan Gading tepat di Dusun Prasi Selatan.
Hampir 10 tahun usaha yang dijalaninya dirinya hanya fokus membuat limun ini menjadi “kekhasan” tersendiri bagi warga Gading dan sekitarnya maupun pelancong yang sedang singgah di Desa itu. Hambar rasanya jika telah mengunjungi Gading, tapi belum membawa buah tangan sirup limun bikinan Syamsi.
Menilik jauh ke belakang, sekitar tahun 2001, Syamsi yang mewarisi usaha perusahaan limun “Dwi Putra” dari keluarganya Syamsi merasakan segarnya bermacam buah yang banyak terdapat di sekitar tempat tinggalnya . Tiba-tiba terpikir olehnya untuk meracik aneka buah yang berasa manis, segar itu untuk dijadikan bahan dasar pembuatan sirup yang bisa disimpan dalam jangka waktu lama. Pemikirannya saat itu, buah tersebut bisa terus segar meski disimpan berhari-hari.
Menilik jauh ke belakang, sekitar tahun 2001, Syamsi yang mewarisi usaha perusahaan limun “Dwi Putra” dari keluarganya Syamsi merasakan segarnya bermacam buah yang banyak terdapat di sekitar tempat tinggalnya . Tiba-tiba terpikir olehnya untuk meracik aneka buah yang berasa manis, segar itu untuk dijadikan bahan dasar pembuatan sirup yang bisa disimpan dalam jangka waktu lama. Pemikirannya saat itu, buah tersebut bisa terus segar meski disimpan berhari-hari.
Menurutnya, biasanya jelang lebaran pelanggasnnya pasti bertambah, dan stoknya selalu kekurangan. Biasanya hanya membuat 500 botol perharinya, ketika Ramadhan bias 750 botol per harinya.
“Saya akan terus jalani bisnis ini, karena sudah kadung banyak pelanggan, Alhamdulillah hampir puluhan tahun usaha limun yang saya geluti ini sudah banyak dikenal masyarakat sekitar, apa lagi pas bulan suci Ramadhan,” kata Syamsi saat dikunjungi kekrumahnya.
Meskipun perusahan Syamsi telah berusia 10 tahun lebih dan nama sirup limun ”Dwi Putra” sudah terkenal luas, tidak membuat perusahan itu melebarkan usahanya ke daerah lain. Hingga saat ini, sirup khas ini hanya bisa didapatkan di Kecamatan Gading dan daerah Probolinggo sekitarnya.
“Saya rasa cukup hanya di Kecamatan Gading saja, yang penting merata dan lancar. Saya akan memperhatikan pelanggan yang dekat-dekat saja. Kalau nanti ada minat insyaalah saya akan menjangkau pemasaran ke luar Kecamatan,” sebutnya.(Dc)


COMMENTS