Dicko : Bromo fm Minggu 06/07/14. 09:00 WIB MENJALANI tanggung jawab sebagai pembina rohani di Rumah Tahanan (Rutan) menurut salah sat...
Dicko : Bromo fm
Minggu 06/07/14. 09:00 WIB
MENJALANI tanggung jawab sebagai pembina rohani di Rumah Tahanan (Rutan) menurut salah satu Ustadz bernama Moch.Taufiq Hidayatullah tidak semudah yang dibayangkan sebelumnya dan orang-orang . Pasalanya, Selama 12 tahun ini dirinya menjadi Pembina rohani di Rutan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo baginya adalah sebuah liku-liku yang harus dijalaninya. Sebab, memimpin pengajian dan istighosah di rutan harus didasari dengan ketauladanan dan mental yang paling mendasar.
“Saya sudah 12 tahun menjadi Pembina dirutan, saya jalani ini semua dengan rasa penuh ke ikhlasan hati, alhammdulillah selama ini saya mampu menjalainya dengan sebaik mungkin meski terkadang ada kendala kecil yang harus saya langkahi dan harus saya tempuh dengan kesabaran,” sebutnya.
Pria kelahiran 1973 asal Kelurahan Patokan, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo ini mengaku, bahwa selama 12 tahun menjadi Pembina di rutan baginya adalah sebuah amanah yang harus dijalani. Karena bagaimanapun prinsiap yang ia pegang adalah hanya mampu mengamalkan ilmu kepada yang masih membutuhkan, hal tersebut membuat dirinya masih tetap semangat untuk menjalani kegiatan pembelajaran kepada seluruh penghuni rumah tahanan di kota Kraksaan.
Selain itu, Pembina rutan panggilan akrabnya Ustadz Taufiq ini juga menuturkan, selain mdirinya menjadi pembina di rutan, setiap harinya ia berprofesi menjadi seorang guru les pribadi di setiap rumah-rumah, yaitu menjadi guru les pembacaan kitab Al-Qur’an dan yang lainnya. “Siapapun itu yang mau memanggil saya untuk mengajr secara pribadi untuk putra-putrinya akan saya usahakan, dengan catatan tidak berbenturan dengan jadwal yang ada di rutan.
Dikatakan Ustadz Taufiq, dirutan jadwalnya tidak setiap hari ia mengajar, melainkan hanya ada waktu tertentu. Untuk penghuni rutan perempuan jadwalnya hari Selasa yaitu mencakup pembelajaran ilmu Fiqhih, dan kegiatan Manaqib, Maulid Nabi dan Istighosah. Sedangkan untuk penghuni rutan laki-laki jadwalnya hari Kamis dan Jum’at. Pembelajarannya tidak jauh beda dengan yang di cakup oleh penghuni perempuan.
Taufiq menceritakan pada awal mulanya dirinya menjadi seorang Pembina rohani di rutan Kraksaan. Sejak tahun 2000 silam dirinya diminta oleh Kepala Rutan (Karutan) waktu itu untuk menjadi Tutor (Guru Pribadi) anak dari Karutan tersebut, dan diminta sebagai Khatib Shalat Jum’at di masjid dalam rutan, berjalan 2 Tahun sampai tahun 2002 akhirnya dirinya diminta untuk menjadi pembina rohani di rutan Kraksaan. Hingga saat ini tahun 2014 dirinya menelateni profesi sebagai Ustadz di rutan.
Taufiq menambahkan, dirinya menjadi Pembina rohani dirutan sudah sangat mensyukuri, sebab, meski hanya sedikit dirinya juga mendapat gaji bulanan dari rutan,”yang penting barokah mas, dan Alhamdulillah samapai sekarang semuanya bermanfaat,” katanya.
Selama 12 tahun terhitung dari tahun 2002 silam hingga tahun 2014 saat ini, dirinya sebagai Ustad di rutan sudah berganti 6 kali Karutan (Pimpinan), dari tahun ke tahun perjalanannya memang tidak sama setelah ada pergantian, tapi ini adalah kehidupan, bagaimanapun kita akan melaluinya dan akan menjalaninya. Yang penting semua dapat ijin dari yang maha kuasa,” tukas Ustadz Taufiq.(Dc)
Minggu 06/07/14. 09:00 WIB
MENJALANI tanggung jawab sebagai pembina rohani di Rumah Tahanan (Rutan) menurut salah satu Ustadz bernama Moch.Taufiq Hidayatullah tidak semudah yang dibayangkan sebelumnya dan orang-orang . Pasalanya, Selama 12 tahun ini dirinya menjadi Pembina rohani di Rutan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo baginya adalah sebuah liku-liku yang harus dijalaninya. Sebab, memimpin pengajian dan istighosah di rutan harus didasari dengan ketauladanan dan mental yang paling mendasar.“Saya sudah 12 tahun menjadi Pembina dirutan, saya jalani ini semua dengan rasa penuh ke ikhlasan hati, alhammdulillah selama ini saya mampu menjalainya dengan sebaik mungkin meski terkadang ada kendala kecil yang harus saya langkahi dan harus saya tempuh dengan kesabaran,” sebutnya.
Pria kelahiran 1973 asal Kelurahan Patokan, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo ini mengaku, bahwa selama 12 tahun menjadi Pembina di rutan baginya adalah sebuah amanah yang harus dijalani. Karena bagaimanapun prinsiap yang ia pegang adalah hanya mampu mengamalkan ilmu kepada yang masih membutuhkan, hal tersebut membuat dirinya masih tetap semangat untuk menjalani kegiatan pembelajaran kepada seluruh penghuni rumah tahanan di kota Kraksaan.
Selain itu, Pembina rutan panggilan akrabnya Ustadz Taufiq ini juga menuturkan, selain mdirinya menjadi pembina di rutan, setiap harinya ia berprofesi menjadi seorang guru les pribadi di setiap rumah-rumah, yaitu menjadi guru les pembacaan kitab Al-Qur’an dan yang lainnya. “Siapapun itu yang mau memanggil saya untuk mengajr secara pribadi untuk putra-putrinya akan saya usahakan, dengan catatan tidak berbenturan dengan jadwal yang ada di rutan.
Dikatakan Ustadz Taufiq, dirutan jadwalnya tidak setiap hari ia mengajar, melainkan hanya ada waktu tertentu. Untuk penghuni rutan perempuan jadwalnya hari Selasa yaitu mencakup pembelajaran ilmu Fiqhih, dan kegiatan Manaqib, Maulid Nabi dan Istighosah. Sedangkan untuk penghuni rutan laki-laki jadwalnya hari Kamis dan Jum’at. Pembelajarannya tidak jauh beda dengan yang di cakup oleh penghuni perempuan.
Taufiq menceritakan pada awal mulanya dirinya menjadi seorang Pembina rohani di rutan Kraksaan. Sejak tahun 2000 silam dirinya diminta oleh Kepala Rutan (Karutan) waktu itu untuk menjadi Tutor (Guru Pribadi) anak dari Karutan tersebut, dan diminta sebagai Khatib Shalat Jum’at di masjid dalam rutan, berjalan 2 Tahun sampai tahun 2002 akhirnya dirinya diminta untuk menjadi pembina rohani di rutan Kraksaan. Hingga saat ini tahun 2014 dirinya menelateni profesi sebagai Ustadz di rutan.
Taufiq menambahkan, dirinya menjadi Pembina rohani dirutan sudah sangat mensyukuri, sebab, meski hanya sedikit dirinya juga mendapat gaji bulanan dari rutan,”yang penting barokah mas, dan Alhamdulillah samapai sekarang semuanya bermanfaat,” katanya.
Selama 12 tahun terhitung dari tahun 2002 silam hingga tahun 2014 saat ini, dirinya sebagai Ustad di rutan sudah berganti 6 kali Karutan (Pimpinan), dari tahun ke tahun perjalanannya memang tidak sama setelah ada pergantian, tapi ini adalah kehidupan, bagaimanapun kita akan melaluinya dan akan menjalaninya. Yang penting semua dapat ijin dari yang maha kuasa,” tukas Ustadz Taufiq.(Dc)


COMMENTS