Dicko : Bromo fm Rabu 04/06/14. 11:00 WIB Kraksaan – Sebagai upaya untuk meminimalisir adanya kelangkaan pupuk pada musim tanam t...
Dicko : Bromo fm
Rabu 04/06/14. 11:00 WIB
Kraksaan – Sebagai upaya untuk meminimalisir adanya kelangkaan pupuk pada musim tanam tembakau mtahun ini, sebagian besar petani yang termasuk wilayah produktif tanam tembakau di Kabupten Probolinggo, hal ini menyusul dari keluhan para petani tetap mengalami kekurangan pupuk jenis ZA baik yang termasuk wilayah produktif tanam tembaku maupun wilayah lainnya yng tidak tanam tembaku yang berada dilingkungan Kabupaten Probolinggo tahun 2014 ini.
Rabu 04/06/14. 11:00 WIB
Sementara pengalokasian pupuk dengan berbagai jenis hingga Juni 2014 ini, di Kabupaten Probolinggo kebutuhan pupuk bersubsidi khususnya jenis Urea, ZA dan yang lainnya masih terbilang cukup minim, dan itu sudah ditentukan dari pabrikan.
Data yang diperoleh dari Dinas Perkebunan dan Kehutanan (Disbunhut) Kabupaten Probolinggo menyebutkan, untuk pengalokasian pupuk bersubsidi disemua sector wilayah Kabupaten Probolinggo terhitung dari tahun 2013 yaitu untuk jenis Urea 41.358 ton, ZA 16.904 ton, SP 36 sebanyak 3.901 ton, NPK 8.289 ton, Organik 6.723 ton.
Sedangkan untuk tahun 2014 ini pengalokasian pupuk bersubsidi,sebagai berikut. Urea 35.803 ton, ZA 14.077 ton, SP 36 sebanyak 3.663 ton, NPK 6.817 ton, Organik 5.685 ton, pengalokasian tersebut selama April hingga Juni 2014 berkisar 46 persen, pernyataan ini disampaikan oleh Kepala Disbunhut Kabupaten Probolinggo Raharjo, saat acara sosialisasi perencanaan areal tembakau musim tanam 2014 di Gedung Islamic Centre (GIC) kota Kraksaan Rabu (4/6/14).
Ia menyebutkan, rencana areal tanam tembakau 2013 seluas 9.194 hektare (Ha), sedangkan tahun 2014 areal tembakau seluas 10.540 Ha, disamping itu, komposisi dosis pupuk yang untuk tanaman temabakau yang dianjurkan adalah N:P:K=4:1:1.
“Jika realisasi tanam tembakau mencapai luas 14.000 Ha, maka kebutuhan pupu ZA sesuai anjuran mencapai 5.600.000 kg atau 5.600 ton,”kata Raharjo.
Sedangkan kenyataannya lanjut dia, banyak para petani memakai dosis lebih dari 400 kg/Ha. Untuk komoditas untuk tanaman tebu memakai 6 kwt ZA dan 4 kwt NPK, luas areal tebu adalah 3.662.372 Ha, yang berarti memerlukan sekitar 2.197 ton.
“Yang disebutkan tadi itu belum lagi komoditas-komoditas perkebunan lainnya seperti kopi, cengkeh, kelapa, pinang dan lain sebagainya yang berada dilingkungan Kabupaten Probolingo,” terang Raharjo.(Dc)



COMMENTS