Dicko : Bromo fm Minggu 08/06/14. 09:00 WIB Kraksaan – Di Desa Kebonagung, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Proboinggo, para petani s...
Dicko : Bromo fm
Minggu 08/06/14. 09:00 WIB
Minggu 08/06/14. 09:00 WIB
Kraksaan – Di Desa Kebonagung, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Proboinggo, para petani semangka masih tampak giat panen hasil tanamnya, meski harganya saat ini mengalami penururnan, namun mereka masih semangat meski dibalik semangatnya dihantui keresahan menyusul terus turunnya harga buah semangka tanpa biji tersebut.
Menurut Latif (40) petani semangka asal Desa setempat mengatakan, turunnya harga buah yang akrab diberi nama semangka tanpa bij itu karena saat ini musim panen melimpah, dan banyaknya petani yang di musim kemarau yang menanam semangka. Di sisi lain kualitas semangka lokal dari Kabupaten Probolinggo ini kalah bersaing dengan semangka kiriman dari luar Kabupaten Probolinggo.
“Kita bersaing dengan petani semangka dari Bondowoso, Banyuwangi, dan Jember, kita bersaing menimport ke Surabaya, karena masa panennya bersamaan,” terang Latif saat ditemui dilahan panennya Minggu (8/6/14).
Dengan begitu lanjutnya, membuat persaingan di pasaran yang dari Kabupaten Pprobolinggo agak kalah, karena banyaknya semangka dengan berbagai jenis yang dikirim dari Daerah lain, padahal kualitas semangkanya masih lebih bagus semangka lokal Kabupaten Probolinggo, “kualitas semangka disini bagus, karena tanah di Kabupaten Probolinggo sangat cocok untuk tanaman semangka,”ujarnya.
Pria yang memakai topi cokelat ini mengaku, sebulan yang lalu, harga semangka lokal tanpa biji ini masih mencapai Rp 4.000/kg, setelah itu seminggu yang lalu harganya ada penurunan lagi yaitu Rp 3.500/kg, dan saat ini harganya turun menjadi Rp 3.200/kg.
Latif menuturkan, dirinya tidak akan pernah pesimis meski harga semangka ada penurunan, sebab, kualitas semangka yang ia tanam hasilnya bagus dan diperkirakan tidak akan kalah saing dengan hasil dari Dae rah lainnya. Selain itu, ia mengira lahan yang di tanami yang luasnya sekitar 700 meter persegi itu akan meraup sekitar 8-9 ton semangka, ia memprediksi ktidak akan merugi karena ditutupi dengan kualitas semangkanya yang lumayan bagus.
“Kalau semangka bagus pasti beratnya bertambah, semua petani semangka di ,Kabupaten Probolinggo tetap semangat untuk panen karena masih mengandalakan kualitas semangkanya,” akunya.(Dc)



COMMENTS