Dicko : Bromo fm Jum'at 13/06/14. 08:00 WIB Probolinggo - Tahun 2013 kemarin, Dinas Pertanian (Dispertan) Kabupaten Probolingg...
Dicko : Bromo fm
Jum'at 13/06/14. 08:00 WIB
Jum'at 13/06/14. 08:00 WIB
Probolinggo - Tahun 2013 kemarin, Dinas Pertanian (Dispertan) Kabupaten Probolinggo membuat terobosan baru dengan memanfaatkan kemampuan burung hantu jenis Tyto Alba untuk mengendalikan hama tikus sawah selain juga tetap menggunakan umpan beracun dan emposan. Dari beberapa kajian, penelitian dan survey, tidak seperti burung lainnya, Tyto alba tidak bisa membuat sarang sendiri.
“Hasil evaluasi selama setahun ini, burung hantu Tyto Alba ini ternyata sangat efektif dalam menurunkan populasi tikus yang banyak menyerang dan merusak lahan pertanian. Ini merupakan cara efektif untuk mengurangi penggunaan bahan kimia dan beralih menggunakan bahan hayati,” ungkap Kepala Dispertan Mahbub Zunaidi melalui Kasi Perlindungan Arif Kurniadi.
Menurut Arif, tahun 2013 lalu Dispertan memanfaatkan 10 pasang burung hantu Tyto Alba, masing-masing 5 (lima) pasang di Kecamatan Gading, 3 (tiga) pasang di Kecamatan Krejengan dan 2 pasang di Kecamatan Pajarakan.
“Alhamdulillah saat ini burung hantu tersebut sudah bisa berkembang biak. Jumlahnya bervariasi mulai dari satu hingga tiga ekor per pasang. Terakhir kami sudah mengirimkan 35 pagupon (rumahnya burung hantu) dengan harapan nantinya anak burung hantu itu bisa menempatinya,” jelasnya.
Lelaki kelahiran Probolinggo 31 Januari 1971 ini menjelaskan burung hantu Tyto Alba ini merupakan cara efektif untuk mengendalikan serangan tikus. Sekali makan, burung hantu ini bisa makan 2 hingga 3 ekor tikus.
“Area yang ada burung hantunya selama ini sudah aman dari serangan tikus. Dengar suaranya burung hantu saja tikus sudah takut. Burung hantu ini akan langsung mengejar tikus yang dilihatnya dan membunuhnya. Kalau sudah kenyang hanya dimatikan saja dan tidak dimakan. Tetapi cara ini cukup ampuh untuk mengatasi serangan tikus,” terangnya.(Dc)



COMMENTS