Dicko : Bromo fm Kamis 26/06/14. 09:00 WIB KRAKSAAN – Sebagai bentuk meningkatkan perekonomian rakyat pada era pasar bebas, Pemeri...
Dicko : Bromo fm
Kamis 26/06/14. 09:00 WIB
KRAKSAAN – Sebagai bentuk meningkatkan perekonomian rakyat pada era pasar bebas, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo melalui Dinas Koperasi (Dinkop) Kabupaten Probolinggo menggelar Seminar membangun ekonomi Kabupaten Probolinggo dalam bingkai ekonomi kerakyatan do era pasar bebas Kamis (26/6/14) di Gedung Islamic Centre (GIC) Kraksaan.
Kegiatan yang dibuka oleh Bupati Probolinggo Hj.P.Tantriana Sari,SE itu di hadiri oleh nara sumber Profesor Doctor Hirbito. Hadir pula kepala Dinas Kopersasi Erlin Setiawati Kabupaten Probolinggo dan kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Probolinggo HM.Sidiq Wijanarko.
Seminar yang membahas tentang adanya pasar bebas tersebut diikuti oleh 350 penguurus dan pelaku koperasi dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) plus Dinas Pertanian (Dispertan) Kabupaten Probolinggo. Kegiatan tersebut terselenggara dalam rangka menyambut hari koperasi yang ke-67, yang sampai saat ini di Kabupaten Probolinggo koperasi yang aktif mencapai 716.
Untuk lebih mengembangkan nilai perekonomian kedepan agar tetap stabil, Profesor Doctor Hirbito mengatakan, Sesungguhnya sistim perekonomian suatu bangsa berkisar pada perbedaan antara dua pendekatan, pertama, pendekatan kapitalis yang memandang modal finansial sebagai faktor utama dalam pertumbuhan ekonomi.
Kedua, pendekatan manusia, yang memandang sumberdaya manusia yang menjadi factor utama dalam pembangunnan ekonomi. Kedua pendekatan itu telah dilakukan .Yang pertama oleh negara-negara liberal-kapitalis di Eropa , sedangkan pendekatan kedua dilaksanakan oleh negara-negara sosialis.
Sementara Bupati Probolinggo Hj.P.Tantriana Sari,SE menyampaikan dalam sambutannya, bahwa dalam era sekarang ini adalah suatu tantangan yang berat bagi Dinas Koperasi di Kabupaten Probolinggo pada tahun 2015 mendatang. Sebab, dengan diberlakukannya pasar bebas yang sudar beredar luas ini membuat Dinkop terkeok-keok.
Bupati Tantri menuturkan, tidak mudah bagi koperasi dan UMKM untuk melakukan sesuatu yang diinginkan, sebab, yang bersaing dengan koperasi ini adalah berasal dari pelaku asing yang mengandalkan modalnya.
Namun demikian, lanjut Bupati Tantri, pihak Pemerintah tetap terus berupaya untuk mampu bersaing sehingga koperasi dan UMKM mampu bertahan dan mampu bersaing dengan koperasi asing.”Ini adalah PR bagi Dinas Koperasi dan Dinas Pertanian pada tuhun 2015 mendatang,”ungkap Bupati Tantri.(Dc)



COMMENTS