Dicko : Bromo fm Minggu 08/06/14. 10:00 WIB Kraksaan – Memasuki musim tanam tembakau para petani kembali diresahkan dengan kelangkaan pu...
Dicko : Bromo fm
Minggu 08/06/14. 10:00 WIB
Kraksaan – Memasuki musim tanam tembakau para petani kembali diresahkan dengan kelangkaan pupuk bersubsidi, seperti yang diinforamasikan sebelumnya, sejak beberapa bulan lalu sampai pertengahan Juni 2014 ini berbagai jenis pupuk masih mengalami kelangkaan.
Minggu 08/06/14. 10:00 WIB
Kraksaan – Memasuki musim tanam tembakau para petani kembali diresahkan dengan kelangkaan pupuk bersubsidi, seperti yang diinforamasikan sebelumnya, sejak beberapa bulan lalu sampai pertengahan Juni 2014 ini berbagai jenis pupuk masih mengalami kelangkaan.
Dari itu Asosisasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Kabupaten Probolinggo akan bekerja sama dengan Pemerintah Daerah untuk melakukan pengawasan terhadap pendistribusian pupuk bersubsidi. Hal tersebut dilakukan agar para petani tembakau dilingkungan Kabupaten Probolinggo tidak mengalami kelangkaan pupuk bersubsidi saat masa tanam tembakaunya membutuhkan pupuk.
Menurut Acmad Muzammil, Skretaris APTI Kabupaten Probolinggo mengaku, melihat kuota pupuk subsidi yang semakin menurun di Kabupaten Probolinggo harus menjadi perhatian yang serius. Selain itu, pengawasan pendistribusian pupuk subsidi harus lebih ditingkatkan, agar tidak terjadi penyalah gunaan pendistribusian dan penjualan pupuk bersubsidi hterhadap petani.
“Berdasarkan data yang ada, hampir memasuki pertengahan bulan Juni 2014 ini penggunaan pupuk bersubsidi mencapai 46 persen dari total 14.077 ton. Nah, untuk bisa memastikan stok mencukupi samapi skhir tahun, harus ada pengawasan yang lebih serius,”tutur Muzammil.
Disamping itu, lanjut Muzammil, kenapa pengawasan pupuk bersubsidi sangat dipentingkan, karena mengingat adanya penjualan dari kios-kios terhadap petani, sebab, pada umumnya, minimnya ketersediaan pupuk bersubsidi dan banyaknya permintaan petani sehingga ditakuti stok yang dari kios harganya terus dinaikkan.
“Sekarang harga pupuk bersubsidi Rp 70 ribu per sak, sedangkan yang non subsidi Rp 150 ribu per sak, kalau pengawasan tidak diperketat, kios akan menjual pupuk bersubsidi Rp 100 ribu per sak.Pupuk selalu dibutuhkan pertain, meski harga seratus ribu tetap dibeli saja oleh petani disbanding membeli pupuk non subsidi yang harganya 150 ribu,” kata Muzammil.
Sementara itu, Bupati Probolinggo Hj.P.Tantriana Sari,SE mengungkapkan, untuk menyikapi keresahan para petani atas terjadinya kelangkaan pupuk bersubsidi tersebut, adanya kelangkaan pupuk itu tidak terlalu diresahkan oleh para petani di Kabupeten Probolinggo, sebab Pemerintah akan mengupayakan untuk memenuhi kebutuhan pupuk bersubsidi terhadap para petani, meski kelangkaan pupuk subsidi itu bukan wewenangnya Pemerintah Daerah.
“Pemerintah akan mengupayakan petani untuk beralih ke pupuk organic dari pupuk yang bersubsidi, insyaallah secepatnya. Besar harapan semoga tahun depan para petani tidak selalu tergantung pada pupuk subsidi. Sebab kuota pupuk subsidi setiap tahunnya jatahnya selalu berkurang,” kata Bupati Tantri saat menggelar sosialisasi arela tembakau masa tanam 2014 di Gedung Islamic Centre Kraksaanpada Rabu (4/6/14).(Dc)


COMMENTS