Dicko Bromo FM Kamis 19/06/14 , 11:00 WIB GENDING - Sebanyak 700 siswa/siswi SD/MI dan SMP/MTs dari keluarga tidak mampu di Kabup...
Dicko Bromo FM
Kamis 19/06/14 , 11:00 WIB
GENDING - Sebanyak 700 siswa/siswi SD/MI dan SMP/MTs dari keluarga tidak mampu di Kabupaten Probolinggo menerima bantuan beasiswa GN-OTA (Gerakan Nasional Orang Tua Asuh), Kamis (19/6) di obyek wisata Miniatur Ka’bah Desa Curahsawo Kecamatan Gending.
Total bantuan yang diserahkan sebesar Rp. 155 juta dengan rincian 200 siswa SD masing-masing menerima Rp. 200 ribu, 200 siswa MI masing-masing menerima Rp. 200 ribu, 150 siswa SMP masing-masing menerima Rp. 250 ribu dan 150 siswa MTs masing-masing menerima Rp. 250 ribu.
Bantuan tersebut diserahan secara simbolis oleh Bupati Probolinggo Hj. P. Tantriana Sari, SE kepada empat orang siswa/siswi perwakilan penerima di sela-sela Pembukaan Bimbingan Manasik Haji tahun 2014.
Ketua GN-OTA Kabupaten Probolinggo Hj. Nunung Timbul Prihanjoko mengungkapkan kegiatan ini digelar dengan tujuan memasyarakatkan gerakan nasional orang tua asuh sebagai upaya untuk mengembangkan, meningkatkan serta membudayakan kepedulian, peran dan tradisi masyarakat sebagai orang tua.
”Selain itu membantu anak-anak usia sekolah, khususnya yang berasal dari keluarga tidak mampu dan anak yang berada di daerah terpencil agar mengikuti dan sekaligus menamatkan pendidikannya minimal sampai dengan pendidikan dasar 9 (sembilan) tahun,” ungkapnya.
Sementara Bupati Tantri menyambut baik kegiatan pemberian bantuan beasiswa yang digagas oleh GN-OTA Kabupaten Probolinggo ini dalam kepeduliannya terhadap pendidikan umum maupun pendidikan yang berbasis keagamaan.
“Semoga ke depan ada terobosan dari GN-OTA untuk meningkatkan pemberian bantuan beasiswa ini sehingga tidak hanya mengandalkan dana APBD saja. Mudah-mudahan bantuan beasiswa ini bisa memenuhi kebutuhan sekolah. Belikan buku dan peralatan sekolah lainnya,” ungkapnya.
Menurut Bupati Tantri, hari ini tuntutan rakyat kepada pendidik adalah kualitas dan profesionalisme guru. Guru tidak hanya mengajar saja, tetapi yang terpenting mampu mendidik yang bertujuan agar moral anak jauh lebih baik dari orang tuanya.
“Saya meminta agar bantuan beasiswa ini disyukuri dengan cara terus belajar yang rajin. Hari ini dan ke depan harus lebih semangat dibandingkan kemarin. Jadilah anak yang berbakti kepada orang tua. Akhlak dan ilmu adalah bekal utama dan wajib dimiliki oleh anak,” pungkas Bupati Tantri.(Dc)
Total bantuan yang diserahkan sebesar Rp. 155 juta dengan rincian 200 siswa SD masing-masing menerima Rp. 200 ribu, 200 siswa MI masing-masing menerima Rp. 200 ribu, 150 siswa SMP masing-masing menerima Rp. 250 ribu dan 150 siswa MTs masing-masing menerima Rp. 250 ribu.
Bantuan tersebut diserahan secara simbolis oleh Bupati Probolinggo Hj. P. Tantriana Sari, SE kepada empat orang siswa/siswi perwakilan penerima di sela-sela Pembukaan Bimbingan Manasik Haji tahun 2014.
Ketua GN-OTA Kabupaten Probolinggo Hj. Nunung Timbul Prihanjoko mengungkapkan kegiatan ini digelar dengan tujuan memasyarakatkan gerakan nasional orang tua asuh sebagai upaya untuk mengembangkan, meningkatkan serta membudayakan kepedulian, peran dan tradisi masyarakat sebagai orang tua.
”Selain itu membantu anak-anak usia sekolah, khususnya yang berasal dari keluarga tidak mampu dan anak yang berada di daerah terpencil agar mengikuti dan sekaligus menamatkan pendidikannya minimal sampai dengan pendidikan dasar 9 (sembilan) tahun,” ungkapnya.
Sementara Bupati Tantri menyambut baik kegiatan pemberian bantuan beasiswa yang digagas oleh GN-OTA Kabupaten Probolinggo ini dalam kepeduliannya terhadap pendidikan umum maupun pendidikan yang berbasis keagamaan.
“Semoga ke depan ada terobosan dari GN-OTA untuk meningkatkan pemberian bantuan beasiswa ini sehingga tidak hanya mengandalkan dana APBD saja. Mudah-mudahan bantuan beasiswa ini bisa memenuhi kebutuhan sekolah. Belikan buku dan peralatan sekolah lainnya,” ungkapnya.
Menurut Bupati Tantri, hari ini tuntutan rakyat kepada pendidik adalah kualitas dan profesionalisme guru. Guru tidak hanya mengajar saja, tetapi yang terpenting mampu mendidik yang bertujuan agar moral anak jauh lebih baik dari orang tuanya.
“Saya meminta agar bantuan beasiswa ini disyukuri dengan cara terus belajar yang rajin. Hari ini dan ke depan harus lebih semangat dibandingkan kemarin. Jadilah anak yang berbakti kepada orang tua. Akhlak dan ilmu adalah bekal utama dan wajib dimiliki oleh anak,” pungkas Bupati Tantri.(Dc)



COMMENTS