Dicko Bromo fm Senin 23/06/14. 09:00 WIB KRAKSAAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo melalui Bagian Kesejahteran Rakyat (Ke...
Dicko Bromo fm
Senin 23/06/14. 09:00 WIB
KRAKSAAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo melalui Bagian Kesejahteran Rakyat (Kesra) menggelar khitanan masal yang merangkul sebanyak 100 anak tidak mampu yang terdiri dari 22 Kecamatan di Kabupaten Probolinggo. Kegiatan jyang dilangsungkan di Gedung Islamic Centre (GIC) pada Senin (23/6/14) itu berjalan lancar dan khitmad.
Senin 23/06/14. 09:00 WIB
KRAKSAAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo melalui Bagian Kesejahteran Rakyat (Kesra) menggelar khitanan masal yang merangkul sebanyak 100 anak tidak mampu yang terdiri dari 22 Kecamatan di Kabupaten Probolinggo. Kegiatan jyang dilangsungkan di Gedung Islamic Centre (GIC) pada Senin (23/6/14) itu berjalan lancar dan khitmad.
Kegiatan yang dibuka oleh Asisten Ekonomi dan Pembangunan Kabupaten Probolinggo Asyi’ari beserta sejumlah Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait di Kabupaten Probolinggo.
Menurut Syarifuddin Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Kabupaten Probolinggo mengatakan, kegiatan khitanan masal tersebut diikuti 22 Kecamatan, sementara 2 Kecamatan yakni Tiris dan Krucil yang belum sempat mengikuti kegiatan tersebut.
Sebanyak 100 anak yang di khitan itu perkecamatan mengeluarkan 4-5 anak dan diawasi oleh 9 dokter serta puluhan dari perawat dan bidan.” Acara ini adalah agenda tahunan, sebagaimana yang telah dilaksanakan seperti tahun-tahun sebelumnya,” kata Syarifuddin.
Sementara Asisten Ekonomi dan Pembangunan Kabupaten Probolinggo Asyi’ari menyampaikan kepada seluruh peserta dan undangan yang hadir, bahwa dilaksanakannya acara ini adalah salah satu tujuan untuk meringankan beban terhadap masyarakat yang mempunyai anak sampai pada waktunya untuk di khitan.
Disamping itu lanjut Asyi’ari, dari masa anak sudah dilakukan khitan, bimbingan terhadapanya harus lebih ditingkatkan oleh pihak orang tua, sebab, memasuki masa setelah di khitan, anak sudah mulai tumbuh dengan pemikiran yang baru. Dari itu akhlakul karimahnya harus dicontohkan yang lebih terhadap anak yang menginjak 5-6 tahun ini.
Semoga apa yang sudah dilaksanakan oleh Pemerintah Daerah ini mampu mengusung sebuah kemanfaatan yang lebih, baik kepada sang anak, lebih-lebih terhadap orang nuanya,” ujar Asyi’ari.(Dc)


COMMENTS