Dicko : Bromo fm Kamis 15/05/14. 11:00 WIB Paiton – Sebanyak 150 umat Hindu dari kelompok Upakara Agung se-Jawa Bali berbondong ...
Dicko : Bromo fm
Kamis 15/05/14. 11:00 WIB
Paiton – Sebanyak 150 umat Hindu dari kelompok Upakara Agung se-Jawa Bali berbondong mendatangi Candi Jabung, di Desa Jabung Candi, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo, pada Selasa (12/5/14) untuk melakukan persiapan ritual Karya Tawur Agung, Ngenteng Linggih, Mamungkah dan Padudusan Agung. Selama dua hari Selasa-Rabu (12-13/5) mereka melakukan persiapan ritual di lokasi mengelilingi Candi Jabung.
Kamis 15/05/14. 11:00 WIB
Pada Kamis (15/5/14) mereka melakukan ritual besar yang melibatkan empat Pendeta umat Hindu dari berbagai wilayah di Jawa Bali untuk memimpin ritual tersebut yaitu Pendeta Ida Pedanda Griya Nyalian, Pendeta Ida Pedanda Kemenuh Griya Talemung, Pendeta Ida Rsi Bujangga Griya Kaba-kaba, dan Pendeta Ida Bagawan Griya Ketewel. Ritual tersebut juga dilengkapi dengan sesajen seperti Kerbau, Sapi, Kambing dan Angsa serta bahan-bahan lainnya sebagai pelengkap ritual.
Menurut Pendeta Idewa Aji Darma, sesepuh pemimpin ritual tersebut mengungkapkan, Uapacara ini dilakukan pertama kali di Kabupaten Probolinggo tepatnya di Candi Jabung, dan ritual tersebut tidak di agendakan atau diperingati setiap tahunnya, melainkan para Pendeta masih menunggu wahyu yang akan diturunkan oleh leluhurnya, bisa sepuluh tahun sekali, bisa juga seratus tahun sekali.
Selain itu, Idewa menyebutkan, bahwa ritual ini dilakukan untuk Menjemput semua anugerah atau karunia atas umat manusia dan seluruh makhluk hidup dengan pertolongan dewa-dewa. Dan mengantarkan kita mendekati dunia Niskala dan kehidupan yang berbahagia dalam kehidupan sekarang maupun yang akan datang.
“Ini juga menurut agama kami untuk mencapai kebahagiaan abadi. Apabila yadnya dilaksanakan dengan tulus dan ikhlas tanpa suatu keinginan apapun untuk meraih buah atau hasilnya dan benar-benar dilakukan dengan ketidak-melekatan, maka yadnya akan mengantarkan orang pada pencapaian mental yang sempurna, menghantar seseorang pada jalur kebajikan, dan pada akhirnya kebahagiaan abadi atau tyaga/ kelepasan (Moksha),” sebut Pendeta Idewa.
Disebutkannya lagi, Setiap persembahan (upakara/yadnya) yang dilaksanakan oleh umat Hindu, dari tingkat yang paling kecil hingga tingkat yang paling besar (nista, madya, utama), selalu berdasarkan ajaran Weda dan berpijak pada sastra agama, sebut Pendeta sesepuh Idewa Aji Darma.(Dc)



COMMENTS