BROMO FM : Kamis 13/03/14.11:00 Wib Reporter : Dicko Kraksaan – Sebanyak 62 kios di pasar Semampir, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Pro...
BROMO FM : Kamis 13/03/14.11:00 Wib
Reporter : Dicko
Puluhan pedagang mengaku kecewa dengan pembagian bedak atau lapak yang hanya bersifat sepihak. Padahal, mereka sudah membayar biaya sekitar Rp. 3 jutaan. Aksi puluhan pedagang pasar tersebut sempat berlangsung ricuh pasalnya salah seorang pedagang pasar sempat menangis histeris lantaran tidak kebagian bedak yang sudah dipesan sebelumnya.
“Saya membayar 5 juta, tapi nyatanya tidak pernah mendapat bedak,”jelas Suha (52) warga Bulu Kecamatan Kraksaan di Kantor UPT Pasar Semampir. Ia menyebutkan, pembayaran Rp. 5 juta tersebut dilakukan saat masih proses pembangunan dilakukan oleh pihak pemerintah setempat tetapi hingga proses pembangunan rampung dirinya justru tidak mendapat bedak.
“Padahal saya ini sudah memegang surat, tinggal menunggu perintah untuk menempati,”ungkapnya disela tangisnya.
Hal serupa juga diungkapkan oleh pedagang sayur mayur, Mayseh, ia mengaku jika dirinya sudah membayar lunas sebesar Rp. 3 juta namun nasibnya serupa seperti yang dialami oleh rekannya Suha. “Saya juga telah membeli dan memegang surat ijin bedak, kenapa saya masih belum dapat bedak,”seru Mayseh.
Menurutnya, sebelum pasar semampir direnovasi, dirinya mempunyai 3 los bedak namun saat ini hanya mendapatkan 1 los saja,“Terus yang duanya dimana,”ucapnya dengan nada kesal.
Hingga saat ini berdasarkan informasi yang dihimpun menyebutkan, ada sekitar 100 pedagang di Pasar Semampir yangsampai saat ini belum mendapatkan lapaknya atau bedak untuk berjualan lagi.“Semuanya pedagang ini sudah puluhan tahun di pasar ini, tapi nyatanya tidak mendapat bedak,”ungkapnya.
Para pedagang pun menuduh jika uang yang dibayarkan tersebut kemungkinan besar dijadikan uang saku pengelola pasar saja atau mafia pasar. Sementara itu, menanggapi unjuk rasa para pedagang pasar ini, Kepala Pasar Semampir Semy Hadi mengatakan, pihaknya akan menata ulang kembali pembagian bedak tersebut seadil-adilnya.
Reporter : Dicko
Kraksaan – Sebanyak 62 kios di pasar Semampir, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, telah selesai pembangunannya memasuki Pebruari 2014, bahkan memasuki Maret 2014 mulai ditempati para pedagang yang mendapatkan jatah kios tersebut. Namun, pada Kamis (13/03/14) puluhan pedagang menggrudug kantor UPT pasar tersebut, lantaran mereka kesal dan emosi dengan sikap kepala pasar yang diangap arogan dan rakus.
Puluhan pedagang mengaku kecewa dengan pembagian bedak atau lapak yang hanya bersifat sepihak. Padahal, mereka sudah membayar biaya sekitar Rp. 3 jutaan. Aksi puluhan pedagang pasar tersebut sempat berlangsung ricuh pasalnya salah seorang pedagang pasar sempat menangis histeris lantaran tidak kebagian bedak yang sudah dipesan sebelumnya.
“Saya membayar 5 juta, tapi nyatanya tidak pernah mendapat bedak,”jelas Suha (52) warga Bulu Kecamatan Kraksaan di Kantor UPT Pasar Semampir. Ia menyebutkan, pembayaran Rp. 5 juta tersebut dilakukan saat masih proses pembangunan dilakukan oleh pihak pemerintah setempat tetapi hingga proses pembangunan rampung dirinya justru tidak mendapat bedak.
“Padahal saya ini sudah memegang surat, tinggal menunggu perintah untuk menempati,”ungkapnya disela tangisnya.
Hal serupa juga diungkapkan oleh pedagang sayur mayur, Mayseh, ia mengaku jika dirinya sudah membayar lunas sebesar Rp. 3 juta namun nasibnya serupa seperti yang dialami oleh rekannya Suha. “Saya juga telah membeli dan memegang surat ijin bedak, kenapa saya masih belum dapat bedak,”seru Mayseh.
Menurutnya, sebelum pasar semampir direnovasi, dirinya mempunyai 3 los bedak namun saat ini hanya mendapatkan 1 los saja,“Terus yang duanya dimana,”ucapnya dengan nada kesal.
Hingga saat ini berdasarkan informasi yang dihimpun menyebutkan, ada sekitar 100 pedagang di Pasar Semampir yangsampai saat ini belum mendapatkan lapaknya atau bedak untuk berjualan lagi.“Semuanya pedagang ini sudah puluhan tahun di pasar ini, tapi nyatanya tidak mendapat bedak,”ungkapnya.
Para pedagang pun menuduh jika uang yang dibayarkan tersebut kemungkinan besar dijadikan uang saku pengelola pasar saja atau mafia pasar. Sementara itu, menanggapi unjuk rasa para pedagang pasar ini, Kepala Pasar Semampir Semy Hadi mengatakan, pihaknya akan menata ulang kembali pembagian bedak tersebut seadil-adilnya.
“Kita tunggu dalam waktu satu ayau dua hari untuk untuk memulihkan kondisi ini, akan saya urus bersama staf saya tentang masalah ini,”ujar Semi dihadapan para pedagang.
Dia berjanji, akan menata dan mengatur ulang kembali pembagian bedak di pasar semampir agar para pedagang tidak ada yang saling berebut.(Dc)



COMMENTS