BROMO FM : Selasa 25/03/14. 09:00 Wib Reporter : Dicko Kraksaan – Banyak sudah korban dari pada penyakit HIV/AIDS yang dikenal sebagai ...
BROMO FM : Selasa 25/03/14. 09:00 Wib
Reporter : Dicko
Kraksaan – Banyak sudah korban dari pada penyakit HIV/AIDS yang dikenal sebagai penyakit mematikan. Penyakit yang dulunya hanya menyerang orang dewasa, belakangan diderita anak-anak dan remaja. Termasuk sejumlah pelajar dan mahasiswa di Kabupaten Probolinggo.
Reporter : Dicko
Kraksaan – Banyak sudah korban dari pada penyakit HIV/AIDS yang dikenal sebagai penyakit mematikan. Penyakit yang dulunya hanya menyerang orang dewasa, belakangan diderita anak-anak dan remaja. Termasuk sejumlah pelajar dan mahasiswa di Kabupaten Probolinggo.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Probolinggo dr.Endang Astuti, melalui Kabid Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) dr.Dyah Kuncarawati, Dinas kesehatan setempat menyebutkan, terhitung dari Januari 2014 ini kasus yang ditemukan positif dari usia 15 hingga 20 tahun sebanyak 27 orang, 43 persen perempuan dan 57 persen laki-laki.
Kasus tersebut ditemukan setelah dari pihak Dinkes melakukan sosialisasi kesetiap sekolah dari tingkat SD,SLTA dan SMA diseluruh Kabupaten Probolinggo pada Januari 2014 lalu.
Namun yang lebih mengejutkan lagi, kata Dyah, yang terserang HIV/AIDS tidak hanya pelajar saja, penyakit yang bisa mematikan tersebut juga menyerang anak balita. Di Kabupaten Probolinggo dari usia 0-5 tahun yang ditemukan positif sebanyak 22 balita.
“Kalau pelajar, penyebabnya bisa saja dari pergaulannya mereka diluar, karena pada dasarnya sudah banyak yang terjadi, apalagi di Daerah luar Kabupaten Probolinggo. Namun kalau balita, yang pasti penyebabnya dari orang tuanya,” jelas dr.Dyah.
Ia menyebutkan, siapa saja bisa terserang penyakit tersebut, apalagi ibu rumah tangga, itu sangat rentan sekali, penyebabnya itu dari suami. Sedangkan untuk keseluruhan, jumlah penderita HIV/AIDS di Kabupaten Probolinggo mencapai 659 orang terhitung dari tahun 2000 hingga Januari 2014. Penderita yang masih hidup 428 orang, dan yang sudah meninggal 231 orang.
“Untuk mengantisipasi kejadian ini, kami berusaha untuk selalu melakukan tindakan yang maksimal, terutama terhadap balita dan pelajar,” tegas Dyah.(Dc)


COMMENTS