BROMO FM : Jum'at 21/03/14. 08:00 Wib Reporter : Dicko Kraksaan – Sekolah Dasar Negeri (SDN 1) Kalibuntu, Kecamatan Kraksaan, Kabup...
BROMO FM : Jum'at 21/03/14. 08:00 Wib
Reporter : Dicko
Kraksaan – Sekolah Dasar Negeri (SDN 1) Kalibuntu, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, salah satu sekolah yang posisinya berada di dasar sungai, dimana sungai itu mangkalnya kapal para nelayan di Desa setempat, harus rajin menjaga kebersihan, pasalnya, dari lingkungannya terdapat banyaknya sampah dari sungai dan sampah kering yang selalu berdatangan setiap hari.
Reporter : Dicko
Kraksaan – Sekolah Dasar Negeri (SDN 1) Kalibuntu, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, salah satu sekolah yang posisinya berada di dasar sungai, dimana sungai itu mangkalnya kapal para nelayan di Desa setempat, harus rajin menjaga kebersihan, pasalnya, dari lingkungannya terdapat banyaknya sampah dari sungai dan sampah kering yang selalu berdatangan setiap hari.
Untuk mewujudkan kelestarian sampah tersebut, pihak sekolah akhirnya berinisiatif membuat tempat sampah dibelakang sekolahnya, yang dibuat sekitar satu bulan yang lalu, dengan ukuran sekitar 2x2 meter persegi.”itu kami lakukan agar sekolah kami terlihat lebih bersih,” ujar Solehati, selaku kepala sekolah Kamis 20/3/14.
Menurutnya, sebetulnya sejak dulu dirinya telah berencana untuk melestarikan sampah dilingkungan sekolahnya, namun masih terkendali oleh dana. Dari keinginan itu, akhirnya Solehati (kepsek) bergegas mengumpulkan dana bersama guru yang lainnya untuk membuat tempat sampah itu dibelakang sekolah.
“Untuk terwujudnya kebersihan lingkungan sekolah ini saya libatkan semua siswa dari kelas I hingga kelas VI untuk selalu menjaga kebersihan,”kata Solehati.
Seluruh murid setiap hari mempunyai jadwal piket untuk bersih-bersih disekeliling sekolah, dengan catatan tidak mengganggu kegiatan belajarnya, itu diberlakukan setiap jam istirahat. Tidak hanya murid saja, lanjut Solehati, akan tetapi semua guru juga dilibatkan, dengan tujuan agar dicontoh oleh semua murid disekolah tersebut.
Solehati menuturkan, dari sampah yang terkumpul ditempat yang telah disediakan, baik dari sampah sungai maupun sampah kering, setelah semua kering sampah itu dibakar,”sampah dari sungai juga kami bakar. Kami terpaksa mengambil sampah dari sungai ini, karena setiap hari sampah sungai selalu berdatangan dan mengendap disamping pagar sekolah,yang jelas kelihatannya sangat kotor,” terangnya.
Sejak dibuatnya tempat sampah, selama satu bulan ini lingkungan SDN 1 Kalibuntu mulai terjaga kebersihannya, karena menurut Solehati, kebersihan itu salah satu contoh kewibawaan bagi siswa-siswinya untuk mengajarkan kelestarian lingkungan dan keimanan.(Dc)


COMMENTS