BROMO FM : Kamis 20/02/14. 09:00 Wib Reporter : Dicko Kraksaan - Untuk meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan, Dinas Pendidikan (Di...
BROMO FM : Kamis 20/02/14. 09:00 Wib
Reporter : Dicko
Kraksaan - Untuk meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan, Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Probolinggo bekerja sama dengan PT. Jawa Power-PT. YTL Jawa Timur menggelar olimpiade matematika nalaria realistik di Gedung Islamic Center (GIC) Kraksaan, Kamis (20/2). Perhelatan olimpiade ini dibuka secara resmi oleh Kepala Dispendik Kabupaten Probolinggo Tutug Edi Utomo.
Reporter : Dicko
Kraksaan - Untuk meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan, Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Probolinggo bekerja sama dengan PT. Jawa Power-PT. YTL Jawa Timur menggelar olimpiade matematika nalaria realistik di Gedung Islamic Center (GIC) Kraksaan, Kamis (20/2). Perhelatan olimpiade ini dibuka secara resmi oleh Kepala Dispendik Kabupaten Probolinggo Tutug Edi Utomo.
Olimpiade ini diikuti oleh 1.500 peserta terdiri dari 1.100 anak pelajar tingkat SD, 400 anak pelajar tingkat SMP dan SMA. Mereka bersaing menampilkan kemampuan dalam bidang matematika untuk bisa meraih tiket ke tingkat nasional sekaligus berkesempatan tampil di Singapura.
Suryani Sholeh dari PT. Jawa Power-PT. YTL Jawa Timur mengungkapkan bahwa olimpiade matematika nalaria realistik ini digelar dengan tujuan untuk membantu Pemerintah Daerah dalam upaya meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan.
Sementara Kepala Dispendik Kabupaten Probolinggo Tutug Edi Utomo mengungkapkan bahwa kegiatan ini merupakan sebuah bentuk support dari Pemerintah Daerah dalam meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan di Kabupaten Probolinggo.
Menurut Tutug, penyelenggaraan olimpiade matematika nalaria realistik kali ini merupakan tahun kesembilan dan mendapatkan respon yang luar biasa dari masing-masing lembaga mulai dari SD, SMP dan SMA di Kabupaten Probolinggo.
“Inilah kesempatan kepada siswa dan siswi yang ingin menilai seberapa besar kemampuan belajar matematika yang dimilikinya. Saya berharap upaya ini bisa memberikan kesempatan dan wahana bagi anak sehingga mampu meningkatkan kemampuannya,” jelas Tutug.
Melalui kegiatan ini Tutug berharap agar mutu dan kualitas pendidikan di Kabupaten Probolinggo ke depan bisa semakin baik. “Salah satu barometer peningkatan mutu pendidikan adalah seberapa banyak kegiatan dan kesempatan siswa untuk menguji dan mengukur kemampuan akademiknya. Sehingga nanti akan muncul prestasi mulai dari tingkat regional, nasional hingga internasional,” pungkas Tutug.
Olimpiade matematika nalaria realistik ini dilaksanakan secara berjenjang. Pada 20 Maret mendatang, kegiatan semacam ini akan digelar di Surabaya untuk tingkat Provinsi Jawa Timur dan dilanjutkan pada 16 April mendatang di Bogor untuk tingkat nasional. Hasil tingkat nasional inilah memiliki kesempatan untuk tampil di Singapura atau Hongkong. (Dc)


COMMENTS