BROMO FM : Sabtu 01/02/14. 07:00 Wib Reporter : Dicko Antusias: Tampak sejumlah mahasiswa menunggu pengendara dibawah traffic laight ko...
BROMO FM : Sabtu 01/02/14. 07:00 Wib
Reporter : Dicko
Reporter : Dicko
![]() |
| Antusias: Tampak sejumlah mahasiswa menunggu pengendara dibawah traffic laight kota Kraksaan |
Kraksaan – Puluhan mahasiswa dari PMII Sekolah Tingi Agama Islam (STAI) Zainul Hasan Genggong melakukan aksi solidaritas di hari ke dua Jum’at 31/01/14. Yaitu untuk pengumpulan dana, guna partisipasi peduli kasih terhadap korban banjir dan longsor yang kerap terjadi di berbagai Daerah di Indonesia.
Dari pantauan Reporter Kominfo Bromo fm, puluhan aktivis melakukan aksi solidaritasnya dari pukul 09.00 hingga 11.00 siang.
Dari pantauan Reporter Kominfo Bromo fm, puluhan aktivis melakukan aksi solidaritasnya dari pukul 09.00 hingga 11.00 siang.
” Kami terus melakukan penggalangan dana ini selama tiga hari. Karena hari ini terbentur dengan sholat Jum’at, kami berhenti sejenak, dan setelah sholat jum’at akan kami lanjutkan kembali hingga sore hari,” ungkap Mukhtar selaku Korlap aksi solidaritas.
Para aktivis melakukan aksinya ditempat yang sama dengan hari kemarin, yakni di traffic light simpang empat Kraksan wetan. Mereka memintai sumbangan kepada setiap kendaraan yang berhenti di traffic light itu. Mukhtar mengku, tidak semua pengendara yang mengulurkan tangnnnya, diperkirakan setiap pengendara hanya 50 persen yang mengulurkan bantuan.
”Aksi ini kami lakukan untuk saudara kita yang tertimpa musibah di Jombang dan Daerah lainnya. Hasil dana yang kami peroleh langsung kami salurkan melalui PMII cabang Jombang ,” jelasnya.
Diakui Mukhtar, aksi solidaritas untuk pengumpulan dana tidak akan berhenti hanya dua hari saja, melainkan sesuai kesepakatan aksi akan berlangsung selama tiga hari ditempat yang sama,”alhamdulillah dihari pertama kemarin Kamis 30/01 kami berhasil mengumpulkan dana sebanyak 3,4 juta,”katanya.
Menurutnya,hal tersebut dilakukan sebagai bentuk syukur para mahasiswa untuk penyaluran bantuan meski hanya dengan hitungan nominal rendah,”dengan cara begini supaya masyarakat di Kabupaten Probolinggo mempunyai rasa peduli terhadap korban bencana,” tutur Mukhtar. (Dc)



COMMENTS