BROMO FM : Senin 13/01/14. 08:00 Wib Reporter : Dicko Banyak stok buah: Seorang pedagang melayani pembeli dipasar buah Semampir Kraksaa...
BROMO FM : Senin 13/01/14. 08:00 Wib
Reporter : Dicko
Reporter : Dicko
![]() |
| Banyak stok buah: Seorang pedagang melayani pembeli dipasar buah Semampir Kraksaan. |
Kraksaan – Memasuki peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW harga buah dipasaran begitu melonjak, dari pantauan Reporter Bromo fm, sejumlah pasar buah tradisional dikota Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, sebagian buah harganya mengalami kenaikan hingga 50 persen dari harga sebelumnya.
Menurut Sri Astuti seorang pedagang dipasar buah Desa Semampir, Kecamatan Kraksaan, bahwa dihari besar Maulid Nabi, buah sangat menjadi kebutuhan masyarakat untuk selametan, “itu sudah menjadi tradisi dari jaman dulu, makanya ketika bulan Maulid harga buah dinamakan harga preman, karena seluruh masyarakat membutuhkannya,” ungkapnya Senin 13/01/14.
Ia menjelaskan meski para pedagang kesulitan untuk melengkapi buah yang dipasarkan,pedagang tetap berusaha melengkapinya meski harga kulaannya agak mahal,tapi semua itu tidak menjadi alasan, para pedagang tetap saja mengambilnya, karena ditakuti buah yang dipasarkan kehabisan stok.
“Kalau hari besar Maulid Nabi, semua jenis buah diminati masyarakat meski kenaikannya cukup tinggi,”jelas Sri Astuti.
Harga buah yang disebutkan per kelogramnya, salak dari lumajang harga awal hanya Rp 6000 menjadi Rp 10.000, untuk buah rambutan karena masih belum musim pada awal tahun ini harganya mencapai Rp 15.000 yang sebelumya Rp 10.000, sedangkan jeruk super yang diambil dari Jombang, harga jualnya berkisar Rp 15.000 harga sebelumnya Rp 10.000, sedangkan buah apel super dari Malang harga sebelumnya Rp 17.00 menjadi Rp 18.000, kemudian untuk buah anggur Bali, naiknya lumayan tinggi, biasanya hanya Rp 7.000 menjadi Rp 13.000.
“ Harga jualnya mahal karena kulaannya juga mahal, kami kompak hanya mengambil hasil Rp 1000 per kelogramnya. Tapi Alhamdulillah harga preman ini omset kami melimpah karena pembeli selalu berdatangan sejak hari kemarin sampai sekarang, bahkan kebanyakan pedagang buah di Kraksaan ini kekurangan stok,” tutur Sri Astuti dan sejumlah pedagang buah lainnya saat ditemui media ini di pasar buah tradisional Semampir- Kraksaan.(Dc)



COMMENTS