BROMO FM : Senin 20/01/14. 08:00 Wib Reporter : Dicko Sebagian warga Kecamatan Maron yang terserang chikungunya menikmati suasana luar ...
BROMO FM : Senin 20/01/14. 08:00 Wib
Reporter : Dicko
Berkaitan dengan hal tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Probolinggo, dr.Endang Astuti, di wakili Kabid Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) dr. Dyah Kuncarawati mengatakan Senin 20/01/14, yang positif terserang wabah chikungunya di dua Kecamatan tersebut berjumlah 44 orang,di Kecamatan Maron terdapat 24 penderita, sementara di Kecamatan Banyuanyar terdapat 20 orang.
“Yang saya sebutkan ini hanya data sementara saja ,” terangnya.
Setelah menyerang di Desa Kedungsari Kecamatan Maron, wabah tersebut menyebar dibeberapa Desa Kecamatan Banyuanyar, diantaranya, Tarokan, Klenang kidul, dan Banyuanyar. Menurut Dinkes, chikungunya adalah penyakit yang tak jauh beda dengan demam yang disebabkan Alphavirus sehingga mudah menyebar dari sebangsa nyamuk spesies aedes aegypti.
dr.Dyah menuturkan, serangan chikungunya tersebut belum dinamakan penyakit yang mematikan, sangat jauh beda dengan penderita demam berdarah, yang menimbulkan shock, bisa-bisa juga mematikan.”Penderita demam berdarah dan chikungunya bisa menyerang siapa saja, anak-anak maupun dewasa. Kalau chikungunya levelnya termasuk rendah, karena itu tidak menyebabkan kematian,”pungkasnya.
Reporter : Dicko
![]() |
| Sebagian warga Kecamatan Maron yang terserang chikungunya menikmati suasana luar rumah |
Kraksaan – Wabah Chikungunya makin meluas menyerang, pasalnya, kali ini mulai menyerang di dua Kecamatan Kabupaten Probolinggo. Seperti yang diberitakan sebelumnya oleh media ini Komenfo Bromo fm, bahwa beberapa hari yang lalu, chikungunya sempat menyerang di Desa Kedungsari, Kecamatan Maron, namun kali ini berdampak ke Kecamatan Banyuanyar Kabupaten setempat.
Berkaitan dengan hal tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Probolinggo, dr.Endang Astuti, di wakili Kabid Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) dr. Dyah Kuncarawati mengatakan Senin 20/01/14, yang positif terserang wabah chikungunya di dua Kecamatan tersebut berjumlah 44 orang,di Kecamatan Maron terdapat 24 penderita, sementara di Kecamatan Banyuanyar terdapat 20 orang.
“Yang saya sebutkan ini hanya data sementara saja ,” terangnya.
Setelah menyerang di Desa Kedungsari Kecamatan Maron, wabah tersebut menyebar dibeberapa Desa Kecamatan Banyuanyar, diantaranya, Tarokan, Klenang kidul, dan Banyuanyar. Menurut Dinkes, chikungunya adalah penyakit yang tak jauh beda dengan demam yang disebabkan Alphavirus sehingga mudah menyebar dari sebangsa nyamuk spesies aedes aegypti.
dr.Dyah menuturkan, serangan chikungunya tersebut belum dinamakan penyakit yang mematikan, sangat jauh beda dengan penderita demam berdarah, yang menimbulkan shock, bisa-bisa juga mematikan.”Penderita demam berdarah dan chikungunya bisa menyerang siapa saja, anak-anak maupun dewasa. Kalau chikungunya levelnya termasuk rendah, karena itu tidak menyebabkan kematian,”pungkasnya.
Menindak lanjuti hal tersebut, hari ini Senin 20/01 Dinkes akan melakukan penyemprotan (fogging) di daerah tersebut, untuk mencegah penyebaran nyamuk aedes aegypti ke daerah lainnya.”Tindakan ini membantu pencegahan penyebaran nyamuk. Selain itu diminta kepada warga agar melakukan pengurasan genangan air yang tampak jentik hitam di lingkungannya, karena itu yang menyebabkan timbulnya nyamuk chikungunya.(Dc)



COMMENTS