BROMO FM : Kamis 19/12/13. 11:00 Wib Reporter : Dicko Kraksan - Saat kunjungan Kerja BNBP Pusat Syamsul Maarif menyempatkan diri u...
BROMO FM : Kamis 19/12/13. 11:00 Wib
Reporter : Dicko
Bahkan, saat itu, puluhan hektar sawah gagal panen serta ruas jalan yang menghubungkan desa Gunggungan lor dengan Gunggungan Kidul Kecamatan Pakuniran Putus nyaris membuat aktifitas warga tidak bisa berjalan normal. Menurutnya, BNBP Pusat sangat peduli dengan para korban banjir bandang.
Sehingga, dia bersikeras untuk membantu aktifitas masyarakat dalam pembangunan jembatan. "Itu tadi saya melihat tempat banjir bandang di Desa Bago Kecamatan Besuk," jelas Syamsul
Maarif Kamis (19/12).
Kalau di lihat dari segi ektremnya cuaca, kemungkinan besar pada bulan Januari dan Pebruari mengalami
Di agendakan juga oleh BNPB, untuk membuat tangkis menahahan derasnya sungai dengan batu yang cukup besar." Anggarannya 4 Miliar untuk membuat tangkis itu. Agar tidak merambat ke pemukiman warga di sekitar,"tutur Dosen Terbang UNEJ ini.
Selanjutnya, di kawasan tersebut akan di bangun jembatan penghubung yang selama ini terputus oleh banjir."Untuk pembangunan jembatan, kita anggarkan dari BNBP Pusat Rp 1,5 miliar. Jadi total untuk di desa Bago Kecamatan Besuk, ada Rp 5,5 Miliar,"sambungnya saat di rumah pringgitan Kabupaten Probolinggo di dampingi Bupati Probolinggo Hj P Tantriana Sari SE, dan Mantan Bupati Probolinggo Drs H Hasan Aminuddin M.si
.
Gebrakan itu, masih katanya. Supaya masyarakat benar-benar bisa merasa aman. Serta kejadian yang menimpa di tahun 2012 tidak terulang lagi."Sehingga air itu jangan sampai lolos terus ke rumah warga,"pungkasnya. (Dc)
Reporter : Dicko
Kraksan - Saat kunjungan Kerja BNBP Pusat Syamsul Maarif menyempatkan diri untuk melihat bekas-bekas lokasi banjir Bandang di desa Bago Kecamatan Besuk Kabupaten Probolinggo. Pasalnya, tahun 2012 itu, banjir bandang di desa tersebut memutuskan jembatan utama penyambung antar desa Bago dengan desa Ranun Kecamatan Pakuniran.
Bahkan, saat itu, puluhan hektar sawah gagal panen serta ruas jalan yang menghubungkan desa Gunggungan lor dengan Gunggungan Kidul Kecamatan Pakuniran Putus nyaris membuat aktifitas warga tidak bisa berjalan normal. Menurutnya, BNBP Pusat sangat peduli dengan para korban banjir bandang.
Sehingga, dia bersikeras untuk membantu aktifitas masyarakat dalam pembangunan jembatan. "Itu tadi saya melihat tempat banjir bandang di Desa Bago Kecamatan Besuk," jelas Syamsul
Maarif Kamis (19/12).
Kalau di lihat dari segi ektremnya cuaca, kemungkinan besar pada bulan Januari dan Pebruari mengalami
ektrem luar biasa."Kalau kita lihat apabila kita tidak jadikan tritmen, puncaknya pada Januari dan Pebruari,"tuturnya.
Di agendakan juga oleh BNPB, untuk membuat tangkis menahahan derasnya sungai dengan batu yang cukup besar." Anggarannya 4 Miliar untuk membuat tangkis itu. Agar tidak merambat ke pemukiman warga di sekitar,"tutur Dosen Terbang UNEJ ini.
Selanjutnya, di kawasan tersebut akan di bangun jembatan penghubung yang selama ini terputus oleh banjir."Untuk pembangunan jembatan, kita anggarkan dari BNBP Pusat Rp 1,5 miliar. Jadi total untuk di desa Bago Kecamatan Besuk, ada Rp 5,5 Miliar,"sambungnya saat di rumah pringgitan Kabupaten Probolinggo di dampingi Bupati Probolinggo Hj P Tantriana Sari SE, dan Mantan Bupati Probolinggo Drs H Hasan Aminuddin M.si
Gebrakan itu, masih katanya. Supaya masyarakat benar-benar bisa merasa aman. Serta kejadian yang menimpa di tahun 2012 tidak terulang lagi."Sehingga air itu jangan sampai lolos terus ke rumah warga,"pungkasnya. (Dc)



COMMENTS