BROMO FM : Selasa 19/11/13 Pukul 07.00 Wib Reporter : Dicko Gading – Warga Dusun Janti , Desa Sentul , diresahkan terjadinya penganiayaa...
BROMO FM : Selasa 19/11/13 Pukul 07.00 Wib
Reporter : Dicko
Gading – Warga Dusun Janti , Desa Sentul , diresahkan terjadinya penganiayaan yang sangat tragis, hingga sang korban tewas di lokasi kejadian. Dari informasi yang dihimpun Reporter Bromo fm di tempat kejadian perkara (TKP) menyebutkan, bahwa sang korban yang bernama Jiniro (56) warga Dusun Janti RT/RW 04/02 Desa Sentul , Kecamatan Gading , Kabupaten Proboliggo, ditemukan sudah tidak bernyawa lagi oleh warga setempat pada pukul 05.00 wib pagi hari, Selasa 19/11. Korban tewas tidak jauh dari rumahnya, yakni diperkirakan hanya 50 meter depan rumah Jiniro (korban), yaitu diperkebunan milik Toniman, lelaki yang pertama kali menemukan korban dalam kondisi tak bernyawa..
Diduga korban dianiaya menggunakan senjata tajam oleh seorang pelaku yang saat ini masih belum diketahui dan masih dalam penyelidikan, hal ini diungkap oleh Kapolsek Gading, AKP Suharsono saat ditemui Reporter Bromo fm di TKP. ”Pak Jiniro (korban)mengalami tiga bekas luka sabitan dari senjata tajam(sajam) yaitu dibagian telinga sebelah kanan yang cukup parah, di leher bagian depan dan dipergelangan tangan sebelah kanan,” jelas AKP Suharsono.
AKP Suharsono menyebutkan, korban ditemukan tewas tersungkur oleh seorang tetangganya yang bernama Toniman (50) tepat pada pukul 05.00 pagi, ”Mendapati laporan dari kepala Desa Sentul Moh.Hasin, kami langsung melakukan olah TKP dan langsung mengevakuasi korban untuk persiapan otopsi ke rumah sakit. Sementara ini kami masih terus melakukan penyelidikan terhadap pelaku, karena kami yakin korban dianiaya memakai sajam,”tandasnya.
Reporter : Dicko
Gading – Warga Dusun Janti , Desa Sentul , diresahkan terjadinya penganiayaan yang sangat tragis, hingga sang korban tewas di lokasi kejadian. Dari informasi yang dihimpun Reporter Bromo fm di tempat kejadian perkara (TKP) menyebutkan, bahwa sang korban yang bernama Jiniro (56) warga Dusun Janti RT/RW 04/02 Desa Sentul , Kecamatan Gading , Kabupaten Proboliggo, ditemukan sudah tidak bernyawa lagi oleh warga setempat pada pukul 05.00 wib pagi hari, Selasa 19/11. Korban tewas tidak jauh dari rumahnya, yakni diperkirakan hanya 50 meter depan rumah Jiniro (korban), yaitu diperkebunan milik Toniman, lelaki yang pertama kali menemukan korban dalam kondisi tak bernyawa..Diduga korban dianiaya menggunakan senjata tajam oleh seorang pelaku yang saat ini masih belum diketahui dan masih dalam penyelidikan, hal ini diungkap oleh Kapolsek Gading, AKP Suharsono saat ditemui Reporter Bromo fm di TKP. ”Pak Jiniro (korban)mengalami tiga bekas luka sabitan dari senjata tajam(sajam) yaitu dibagian telinga sebelah kanan yang cukup parah, di leher bagian depan dan dipergelangan tangan sebelah kanan,” jelas AKP Suharsono.
AKP Suharsono menyebutkan, korban ditemukan tewas tersungkur oleh seorang tetangganya yang bernama Toniman (50) tepat pada pukul 05.00 pagi, ”Mendapati laporan dari kepala Desa Sentul Moh.Hasin, kami langsung melakukan olah TKP dan langsung mengevakuasi korban untuk persiapan otopsi ke rumah sakit. Sementara ini kami masih terus melakukan penyelidikan terhadap pelaku, karena kami yakin korban dianiaya memakai sajam,”tandasnya.
Shomad (20) cucu korban mengatakan, ia terkejut mengetahui kakeknya meninggal setelah ditemukan warga pagi hari, karena pada malam harinya Senin (18/11) pukul 19.30 kakeknya sudah tidak ada dirumah,”saya mencari kakek jam 19.30 kerumah tetangga dan ketoko,dan saya tidak berhasil menemukan kakek, ya, saya biarkan, jam 22.00 wib saya cari lagi, tapi tidak saya temukan juga,saya bilang kekeluarga kalau kakek tidak ada, saya terus mencari karena paginya saya punya janjian sama kakek kesawah mengambil kapuk,”sebut Shomad.
Tidak berhasil menemukan kakeknya,Shomad tertidur dirumahnya, menurutnya kemungkinan besar kakeknya masih dirumah tetangga yang lain disekitar rumahnya,”jam 04.30 pagi saya bangun dan bersiap untuk mengambil kapuk dipohonnya bersama kakek,sekalian mau membangunkannya, tepat pukul 05.00 pak Toniman memberi tahu kalau kakek sudah meninggal tersungkur penuh darah, kala itu seluruh keluarga kami syok mendengarnya dan langsung menjerit menangisi jasad kakek yang sudah tersungkur kaku,” jelas Shomad kepada Reporter Bromo fm.(Dc)


COMMENTS