BROMO FM : Jum'at 22/11/13. 09 : 00 Wib Reporter : Dicko Kraksaan – Seperti yang diinformasikan sebelumnya,terkait anomali cuaca ...
BROMO FM : Jum'at 22/11/13. 09 : 00 Wib
Reporter : Dicko
Hal itu disebabkan lantaran cuaca dan curah hujan yang cukup deras, karena disejumlah Kecamatan diKabupaten Probolinggo ini masih banyak tanaman tembakau yang di daur ulang dari tanam pertama,pasalnya, tanaman pertama juga mengalami kerusakan dari tembakau yang ditanam oleh petani. Pada tanam kedua kalinya ini sebagian banyak petani kembali diresahkan dan mengeluh dengan kwalitas tembakaunya rusak lagi lantaran mulai turun hujan dipertengahan bulan Nopember 2013 ini, dan harganyapun sudah turun.
Terkait dengan hal tersebut, kepala bidang Dinas perkebunan dan kehutanan (Disbunhut) Kabupaten Probolinggo, Yulis Setyaningsih mengungkapkan saat dikonfirmasi via telp, memang banyak petani yang mengeluh, karena tembakaunya rusak karena hujan dan cuaca. Dirinya masih belum bisa untuk menginformasikan tentang harga tembakau untuk Minggu ini, disebutkan hari Kamis 21/11/13,”kalau Minggu sebelumnya harga tembakau yang super masih mencapai 30 ribu hingga 31 ribu, dan besar kemungkinan untuk Minggu ini banyak penurunan harganya, itu untuk tembakau yang super,untuk Minggu ketiga ini saya masih belum mendapat data, jadi saya masih belum bisa memastikannya ,” tandas Yulis.
Sementara, H.Mudzakir selaku ketua Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Kabupaten Probolinggo menyebutkan, karena banyak petani yang melakukan daur ulang tanam tembakaunya, yang jelas waktu untuk tanggung jawab dari APTI masanya sudah habis,” dari pihak APTI saat ini tidak bisa berbuat apa-apa untuk membantu para petani tentang harga dan serapan dari gudang, sebab itu sudah diluar tanggung jawab dari APTI karena sudah lebih dari batas waktu,”tandas H.Mudzakir.(Dc)
Reporter : Dicko
Kraksaan – Seperti yang diinformasikan sebelumnya,terkait anomali cuaca buruk yang tak bersahabat disertai turunnya hujan yang sudah mengguyur para petani tembakau setiap hari disejumlah wilayah di Kabupaten Probolinggo. Terkait dengan hal tersebut berdampak terhadap harga tambakau yang saat ini penurunannya sudah mulai signifikan, semua itu juga disebabkan karena tembakau petani rusak dan warnanya menghitam, karena harus dijemur dengan jangka 3-4 hari yang setiap harinya menunggu cahaya matahari yang sering tertutup mendung.
Hal itu disebabkan lantaran cuaca dan curah hujan yang cukup deras, karena disejumlah Kecamatan diKabupaten Probolinggo ini masih banyak tanaman tembakau yang di daur ulang dari tanam pertama,pasalnya, tanaman pertama juga mengalami kerusakan dari tembakau yang ditanam oleh petani. Pada tanam kedua kalinya ini sebagian banyak petani kembali diresahkan dan mengeluh dengan kwalitas tembakaunya rusak lagi lantaran mulai turun hujan dipertengahan bulan Nopember 2013 ini, dan harganyapun sudah turun.
Terkait dengan hal tersebut, kepala bidang Dinas perkebunan dan kehutanan (Disbunhut) Kabupaten Probolinggo, Yulis Setyaningsih mengungkapkan saat dikonfirmasi via telp, memang banyak petani yang mengeluh, karena tembakaunya rusak karena hujan dan cuaca. Dirinya masih belum bisa untuk menginformasikan tentang harga tembakau untuk Minggu ini, disebutkan hari Kamis 21/11/13,”kalau Minggu sebelumnya harga tembakau yang super masih mencapai 30 ribu hingga 31 ribu, dan besar kemungkinan untuk Minggu ini banyak penurunan harganya, itu untuk tembakau yang super,untuk Minggu ketiga ini saya masih belum mendapat data, jadi saya masih belum bisa memastikannya ,” tandas Yulis.
Sementara, H.Mudzakir selaku ketua Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Kabupaten Probolinggo menyebutkan, karena banyak petani yang melakukan daur ulang tanam tembakaunya, yang jelas waktu untuk tanggung jawab dari APTI masanya sudah habis,” dari pihak APTI saat ini tidak bisa berbuat apa-apa untuk membantu para petani tentang harga dan serapan dari gudang, sebab itu sudah diluar tanggung jawab dari APTI karena sudah lebih dari batas waktu,”tandas H.Mudzakir.(Dc)



COMMENTS