BROMO FM : Rabu 27/11/13. 09:00 Wib Reporter : Dicko Kraksaan – Seperti yang diberitakan sebelumnya,terkait insiden meninggalnya ...
BROMO FM : Rabu 27/11/13. 09:00 Wib
Reporter : Dicko
Diberitakan sebelumnya, Seorang pelajar SMA Nurul Jadid desa Karanganyar Kecamatan Paiton Kabupaten Probolinggo di kabarkan meninggal setelah minum obat Suplemen (Penambah Stamina). Diduga, korban mengalami keracunan setelah di periksa ke Rumah Sakit Graha Sehat Kraksaan.
Insiden yang terjadi pada Senin (25/11) sekitar pukul 2.30 dini hari. Korban bernama Nurul Qomar (17) Kelas II Jurusan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) yang berasal dari Kecamatan Patran Kabupaten Jember langsung di makamkan dirumah duka dengan di bawa oleh mobil jenazah RSUD Waluyojati Kraksaan sekitar Pukul 5.30 pagi. (Dc)
Reporter : Dicko
Kraksaan – Seperti yang diberitakan sebelumnya,terkait insiden meninggalnya seorang Santri Ponpes Nurul Jadid Desa Karanganyar Kecamatan Paiton Kabupaten Probolinggo, yang diduga tmeninggal setelah minuman suplemen oplosan H. Aang selaku tokoh agama yang sekaligus seorang politisi diKabupaten Probolinggo juga mulai angkat bicara.
Menurutnya, Polisi harus bisa mengambil tindakan atas timbulnya kejadian itu, salah satunya harus dilakukan tes urine kepada santri-santri Ponpes se-Kabupaten Probolinggo." Saya sebagai alumni Pesantren turut prihatin atas kejadian yang menimpa santri Ponpes Nurul Jadid.
H.Aang menegaskan, Pengurus atau pengasuh ponpes harus bisa mengeluarkan santri seandainya dalam tes urine poisitif menggunakan barang haram seperti Alkohol dan jenis lainnya," ungkapnya di depan sejumlah wartawan di Kantor DPC PKB Kabupaten Probolinggo Selasa (26/11).
H.Aang tidak menampik jika barang-barang haram mulai masuk pesantren. Jika hal itu benar-benar terjadi maka ini merupakan riputasi pesatren.”Jadi Polres harus melakukan upaya tes urine keberbagai pondok pesantren diKabupaten Probolinggo, sehingga budaya tersebut bisa terhapus,” jelasnya.
Sementara itu Kasat Reskoba AKP Didik Sumardi berterimakasih atas desakan kepada polres untuk melakukan tes urine kepada seluruh santri."Saya ucapkan terimakasih pada tokoh agama itu. Tapi untuk melakukan tes urine pada sejumlah santri, tentunya tokoh itu harus menggandeng pihak BNK Kabupaten Probolinggo,"pungkas AKP Didik.
Menurutnya, Polisi harus bisa mengambil tindakan atas timbulnya kejadian itu, salah satunya harus dilakukan tes urine kepada santri-santri Ponpes se-Kabupaten Probolinggo." Saya sebagai alumni Pesantren turut prihatin atas kejadian yang menimpa santri Ponpes Nurul Jadid.
H.Aang menegaskan, Pengurus atau pengasuh ponpes harus bisa mengeluarkan santri seandainya dalam tes urine poisitif menggunakan barang haram seperti Alkohol dan jenis lainnya," ungkapnya di depan sejumlah wartawan di Kantor DPC PKB Kabupaten Probolinggo Selasa (26/11).
H.Aang tidak menampik jika barang-barang haram mulai masuk pesantren. Jika hal itu benar-benar terjadi maka ini merupakan riputasi pesatren.”Jadi Polres harus melakukan upaya tes urine keberbagai pondok pesantren diKabupaten Probolinggo, sehingga budaya tersebut bisa terhapus,” jelasnya.
Sementara itu Kasat Reskoba AKP Didik Sumardi berterimakasih atas desakan kepada polres untuk melakukan tes urine kepada seluruh santri."Saya ucapkan terimakasih pada tokoh agama itu. Tapi untuk melakukan tes urine pada sejumlah santri, tentunya tokoh itu harus menggandeng pihak BNK Kabupaten Probolinggo,"pungkas AKP Didik.
Diberitakan sebelumnya, Seorang pelajar SMA Nurul Jadid desa Karanganyar Kecamatan Paiton Kabupaten Probolinggo di kabarkan meninggal setelah minum obat Suplemen (Penambah Stamina). Diduga, korban mengalami keracunan setelah di periksa ke Rumah Sakit Graha Sehat Kraksaan.
Insiden yang terjadi pada Senin (25/11) sekitar pukul 2.30 dini hari. Korban bernama Nurul Qomar (17) Kelas II Jurusan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) yang berasal dari Kecamatan Patran Kabupaten Jember langsung di makamkan dirumah duka dengan di bawa oleh mobil jenazah RSUD Waluyojati Kraksaan sekitar Pukul 5.30 pagi. (Dc)



COMMENTS