BROMO FM : Rabu 20/11/13 Pukul 10.00 Wib Reporter : Dicko Kraksaan – Umarudin bocah kelas VI Sekolah Dasar Negeri Soka’an 01 Kecamat...
BROMO FM : Rabu 20/11/13 Pukul 10.00 Wib
Reporter : Dicko
Reporter : Dicko
Kraksaan – Umarudin bocah kelas VI Sekolah Dasar Negeri Soka’an 01 Kecamatan Krejengan Kabupaten Probolinggo ini, nekat menjadi pengamen jalanan antar desa kedesa. Pasalnya, dia nekat menjadi pengamen jalanan, lantaran kedua orang tua umar berantakan semenjak beberapa tahun yang lalu.
Pengakuan bocah berusia 13 tahun ini, dia menjadi pengamen jalanan, karena dirinya tidak pernah di kasi uang jajan oleh ibu atau bapaknya.
Tentunya, hal itu menjadi tamparan buat Umar sendiri untuk mencari nafkah setiap harinya.
Sejak tahun 2012 hingga 2013, Umar menekuni pekerja’an itu, bukan sendirian. Namun bersama dengan rekannya yang berasal dari desa itu juga. “Kalau Status saya sekarang ini, masih seorang pelajar pak,”sebutnya pada Reporter Bromo fm saat di jumpai di alun-alun Kota Kraksaan Rabu (20/11/2013) dengan melanjutkan bocah berkulit sawo mateng itu jarang masuk sekolah.
Berapa hari dalam satu minggu kalau sekolah? Umar menjawab, kalau dia sekolah hanya pas waktu hari Senin saja, untuk hari-hari berikutnya Umar bolos sekolah. Penghasilan yang di dapat oleh Umar dan rekannya dalam satu hari mencapai 100 ribu rupiah. “Dan itupun masih, di bagi dua dengan teman saya dan juga di potong makan, rokok dan bensin. Jadi bersihnya, saya itu menerima 35 ribu rupiah pak,”jelasnya.
Bocah yang tidak mempunyai adik kandung ini juga mengaku, kalau dia berangkat ngamen sekitar pukul 06.30 dan pulang pada puku 18.00. “Ibu saya tidak marah pak, karena saya juga membantu beban ekonomi ibu yang sudah di tinggal oleh bapak,”tuturnya.
Namun tingkah laku Umar yang jarang masuk sekolah tersebut, tercium oleh Kepala Sekolah SDN Soka’an 01 Kecamatan Krejengan Kabapaten Probolinggo Basuki Hadi Sucipto.
Sehingga, Umar yang setiap harinya berprofesi pengamen jalanan. Kemudian Umar dirangkul untuk menjadi anak angkatnya lalu di mondokan oleh kepala sekolah tersebut di Ponpes Nurul Da'wah desa setempat.
Menurut Basuki panggilan akrabnya, dia sebenarnya sudah lama mendengar kabar kalau salaha satu muridnya tersebut menjadi seorang pengamen jalanan dan tidak pernah masuk sekolah. “Lalu saya kerumah Umar, memintak kepada ibunya untuk di mondokan saja. Untuk biaya saya yang menanggung,”jelasnya.
Setelah mendapat persetujuan dari ibu Umar, lalu Basuki memondokan dia. Supaya masa depan umar cerah dan tidak menjadi pengamen terus menerus.”Hati dan pikiran saya merasa terbuka untuk memondokan Umar ini. Biar tidak menjadi seperti ini (Pengamen Jalanan) terus,”pungkasnya.(Dc)



COMMENTS