BROMO FM : Senin 21/10/13 Pukul 09.00 Wib Reporter : Dicko Kraksaan - Melewati pertengahan bulan Oktober 2013 ini, masyarakat Kabupat...
BROMO FM : Senin 21/10/13 Pukul 09.00 Wib
Reporter : Dicko
Reporter : Dicko
Kraksaan - Melewati pertengahan bulan Oktober 2013 ini, masyarakat Kabupaten Probolinggo memuali bisnisnya yang baru, yaitu serentak menjual semangka dari hasil yang dilakoninya. Pasalnya, dari tiga hari yang lalu petani semangka memulai panen hasil tanaman semangka dilahannya masing-masing. Salah satunya adalah Siati (40) asal Desa Rondo Kuning Kecamatan Kraksaan Kabupaten Probolinggo, ia menikmati hasil panen semangkanya yang dijual dipinggir jalan raya Kraksaan tepat diperbatasan Kecamatan Kraksaan – Kecamatan Pajarakan.
Beberapa pedagang semangka lainnya berjejer berjualan hasil tanaman semangkanya disepanjang jalan raya Panglima Sudirman Kraksaan. Menurut Siati, lahan sawahnya yang ditanami semangka seluas 350 meter persegi itu menghasilkan 8 ton buah semangka, karena hasil buahnya bagus jadi mendapatkan hasil yang lumayan sukses atas buah semangka yang dipanennya.
“Hasil tanaman semangka saya sukses, biasanya kalau hasilnya jelek hanya mendapat 1-2 ton saja, tapi untuk kali ini buahnya bagus, bisa mencapai 8 ton. Meski hasilnya banyak ditahun ini, tapi hrganya yang kurang enak. Meskipun bagitu semangka dari Kabupaten Probolinggo ini banyak diminati oleh pembeli,” ujar Siati.
Harga semangka lokal hasil tanam dari dalam Kabupaten Probolinggo ini menurut Siati, hanya berkisar Rp 1000/kg untuk harga jual disawah kepada tengkulak, sedangkan untuk harga jual dipinggir jalan kepada pembeli biasa Rp 1500/kg,” sekarang masih awal musim semangka jadi harganya masih minim untuk penjualannya. Dengan harga Rp 1000 – Rp 1500/kg pembeli masih banyak yang menawarnya, apa lagi tengkulak, haragnya minta dibawah seribu rupiah,” jelas Siati.
Ditanya omset dari awal berjualan selama dua hari ini, Siati mengaku, maksimal bisa mencapai 1 juta rupiah dalam sehari,”kalau laris terjual, omset yang saya dapat 1 juta mas, itupun kebanyakan pembeli dari luar Daerah yang berhenti disini, kalau dari tengkulak hasil yang saya dapatkan tidak seberapa,” tutur Siati. (Dc)



COMMENTS