BROMO FM Senin 14/10/13 Pukul 10.00 Wib Reporter Dicko Kraksaan - Warga desa Banyuanyar Kecamatan Banyuanyar Kabupaten Probolinggo dik...
BROMO FM Senin 14/10/13 Pukul 10.00 Wib
Reporter Dicko
Sementara itu Fauzi (26) warga Sebaung Kecamatan Gending yang merupakan cucu korban, kalau korban sudah tua (pikun Red) dan korban di perkirakan sudah menghilang sekitar 20 hari yang lalu dari rumah."Nenek saya sering lupa ingatan pak, maklum sudah sepuh,"pungkas cucu Korban.(Dc)
Reporter Dicko
Kraksaan - Warga desa Banyuanyar Kecamatan Banyuanyar Kabupaten Probolinggo dikejutkan dengan penemuan kerangka manusia di tepi sungai. Pasalnya kerangka berjenis kelamin perempuan itu berada di dasar jurang sungai Banyuanyar atau di sebelah barat pasar Banyuanyar.
Kerangka itu di temukan pertama kali oleh Abdus Somad (60) warga pemburu binatang biawak. Kerangka berjenis kelamin perempuan itu sendiri di temukan dengan posisi meringkuk tanpa baju dan BH, hanya saja kerangka atau mayat itu memakai rok motif batik hitam.
"Saya sewaktu mencari binatang di pinggir sungai ini pak, saya kaget melihat kerangka tergelentak di bebatuan itu dan saya langsung menghubungi pihak kepolisian,"ujarnya Senin (14/10/2013).
Setelah beberapa menit terdengar penemuan tulang belulang itu, warga langsung berbondong_bondong melihat dari jelas seperti apa kerangka itu sebenarnya. Selang beberapa menit dari kerumunan warga, petugas dari polres probolinggo langsung olah TKP, ternyata di daerah itu juga di temukan kerudung warna putih yang sudah kusam.
Kapolsek Banyuanyar AKP Pujianto mengaku, kalau beberapa hari yang lalu memang sempat ada laporan dari warga Desa Banyuanyar Kidul. "Sekitar 20 hari yang lalu, ada warga lapor, kalau neneknya hilang. Dia juga memakai rok Batik kecoklatan dan kerudung warna putih,"ungkap Kapolsek.
Yang hilang itu, lanjut Kapolsek bernama Hj Zuhriyah (80) warga Banyuanyar Kidul Rt 02 Rw 01. "Untuk motifnya, kita masih melakukan penyelidikan mendalam,"akunya.
Karena ciri-ciri mayat ada dugaan cocok dengan yang di laporkan oleh warga, sehingga keluargaanya menolak untuk melakukan otopsi."Keluarga korban (Kerangka Perempuaan Red) menolak untuk di lakukan otopsi. Karena ciri-ciri menurut keterangan dari keluarga selama ini ada kecocokan,"ulasnya.



COMMENTS