BROMO FM : Kamis 26/09/13 Pukul 11.00 Wib Reporter : Dicko Kraksaan - Perubahan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) menjadi Kurik...
BROMO FM : Kamis 26/09/13 Pukul 11.00 Wib
Reporter : Dicko
Kraksaan - Perubahan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) menjadi Kurikulum 2013 yang dilakukan Kementrian Pendidikan bakal memberikan perubahan positif bagi siswa-siswi di seluruh tingkat pendidikan. Sebab pada kurikulum 2013, para siswa diajak lebih meningkatkan penalaran dalam berfikir. Sedangkan pada KTSP, para siswa di tekan dalam menghafal dan mengingat pelajaran. Ini dijelaskan Kepala Bidang Taman Kanak-kanak dan Sekolah Dasar, Dinas Pendidikan Kabupaten Probolinggo, Hasin saat ditemui Reporter Bromo fm Kamis (26/09).
Menurutnya, untuk pemberlakuan kurikulum di tingkat Sekolah Dasar (SD), pihaknya masih memberlakukan pada kelas satu dan empat. Sedangkan untuk tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP), kurikulum 2013 diberlakukan pada kelas Tujuh. Sedangkan untuk Sekolah Menengah Atas (SMA) dan sederajat, kurikulum 2013 diberlakukan bagi kelas Sepuluh. Selain perbedaan KTSP dan kurikulum 2013 dalam segi penalaran bagi siswa,ia mengaku peniadaan tambahan materi menjadi poin penting. Sebab selama ini, penitipan materi dalam KTSP cukup banyak.
“Jika terjadi sebuah bencana seperti Tsunami dan Gunung meletus, secara otomatis penitipan materi dalam KTSP diberlakukan. Sehingga materi dalam setiap pembelajaran cukup banyak,”ungkapnya.
Sementara dosen Pendidikan Islam Fakultas Tarbiyah Universitas Zainul Hasan, M. Qomar mengaku perubahan kurikulum dalam dunia pendidikan adalah sesuatu yang niscaya. Sebab dalam UU No.20 tahun 2003 (UU Sisdiknas), kurikulum merupakan seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi dan bahan pelajaran, serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran demi mencapai tujuan pendidikan tertentu.
Untuk mencapai tujuan tersebut, kurikulum di Indonesia selalu mengalami perubahan seiring dengan perkembangan zaman. Termasuk perubahan KTSP ke kurikulum 2013. “Perubahan kurikulum itu suatu yang wajar,” ungkapnya. (Dc)
Reporter : Dicko
Kraksaan - Perubahan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) menjadi Kurikulum 2013 yang dilakukan Kementrian Pendidikan bakal memberikan perubahan positif bagi siswa-siswi di seluruh tingkat pendidikan. Sebab pada kurikulum 2013, para siswa diajak lebih meningkatkan penalaran dalam berfikir. Sedangkan pada KTSP, para siswa di tekan dalam menghafal dan mengingat pelajaran. Ini dijelaskan Kepala Bidang Taman Kanak-kanak dan Sekolah Dasar, Dinas Pendidikan Kabupaten Probolinggo, Hasin saat ditemui Reporter Bromo fm Kamis (26/09).Menurutnya, untuk pemberlakuan kurikulum di tingkat Sekolah Dasar (SD), pihaknya masih memberlakukan pada kelas satu dan empat. Sedangkan untuk tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP), kurikulum 2013 diberlakukan pada kelas Tujuh. Sedangkan untuk Sekolah Menengah Atas (SMA) dan sederajat, kurikulum 2013 diberlakukan bagi kelas Sepuluh. Selain perbedaan KTSP dan kurikulum 2013 dalam segi penalaran bagi siswa,ia mengaku peniadaan tambahan materi menjadi poin penting. Sebab selama ini, penitipan materi dalam KTSP cukup banyak.
“Jika terjadi sebuah bencana seperti Tsunami dan Gunung meletus, secara otomatis penitipan materi dalam KTSP diberlakukan. Sehingga materi dalam setiap pembelajaran cukup banyak,”ungkapnya.
Dalam kurikulum 2013, materi yang ada banyak dikosongkan. Sebab dalam prakteknya, siswa dan para guru diharapkan berkreasi dengan memanfaatkan keadaan disekitarnya sebagai sarana pembelajaran. Artinya siswa, tempat sekolah bisa menjadi objek dalam sebuah pembelajaran. Tentunya tetap mengedepankan penalaran berfikir siswa.
Sementara dosen Pendidikan Islam Fakultas Tarbiyah Universitas Zainul Hasan, M. Qomar mengaku perubahan kurikulum dalam dunia pendidikan adalah sesuatu yang niscaya. Sebab dalam UU No.20 tahun 2003 (UU Sisdiknas), kurikulum merupakan seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi dan bahan pelajaran, serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran demi mencapai tujuan pendidikan tertentu.
Untuk mencapai tujuan tersebut, kurikulum di Indonesia selalu mengalami perubahan seiring dengan perkembangan zaman. Termasuk perubahan KTSP ke kurikulum 2013. “Perubahan kurikulum itu suatu yang wajar,” ungkapnya. (Dc)


COMMENTS