BROMO FM : Jum'at 09/08/13 Pukul 12.00 Wib Reporter : Dicko Paiton : Ditengah rayakan hari lebaran bersama keluarga, Jumat (...
BROMO FM : Jum'at 09/08/13 Pukul 12.00 Wib
Reporter : Dicko
Dalam
kebakaran tersebut, tidak ada korban jiwa. Namun, hanya 300 unit ban yang sudah di vulganisir hangus. menurut Hartono saat diwawancarai Reporter Bromo fm menyebutkan, kerugian dalam kejadian tersebut ditaksir mencapai Rp
140 Juta. ketika terjadi kebakaran Hartono tidak ada di tempat.
Namun ia mengakui pekerja perusahaan vulganisir miliknya yang mendapat tugas
mengontrol tempat usahanya sudah berada ditempat sekitar pukul 07.00.
“Pekerja
yang mendapat tugas kontrol perusahaan sudah datang, tapi ia kemudian pulang ke
rumahnya tidak jauh dari toko untuk keperluan makan sekitar pukul 10.30,”
ujarnya.
Setelah
pekerjanya berlalu, warga yang berada di dekat tempat kejadian melihat api menyerang tempat usaha milik Hartono dari pinggir pojok kanan depan sebelah barat. Melihat api yang
menyembur dari luar tersebut, para warga yang melihat datangnya api
beramai-ramai padamkan gunakan air.
Dugaan
warga api melalap perusahaan dari luar salah. Sebab setelah beberapa menit
lakukan pemadaman, si jago merah telah hanguskan seluruh isi di dalam toko.
“Isi
toko saya sudah dialalap si jago merah sebelum warga melihat percikan api dari
luar mas,” ujarnya Hartono dengan nada sedih.
Hartono mengatakan, ia menduga kebakaran terjadi akibat kompresor miliknya yang berada di
dalam kepanasan yang akhirnya menimbulkan api. Sebab jika kebakaran disebabkan arus listrik, dirinya masih
mematikan aliran listrik.
Taufik (28), Warga Jabung Sisir bersama
temannya melihat api setelah api mulai melalap pinggiranperusaahaan milik
Hartono.
“Saya
dan teman-teman sudah berusaha memadamkan api dengan air, tapi api ternyata
sudah membesar keuar dari dalam toko,” ujarnya.
Kasatreskrim Polsek Paiton, Iptu Gunawan mengatakan saat ditemui Reporter Bromo fm, penyebab
terjadinya kebakaran toko diakui adanya aktifitas pembakaran sampah yang
dilakukan seseorang di belakang toko vulkanisir.
“Sebelum
terjadi kebakaran, ada aktifitas pembakaran sampah di belakang toko sekitar dua
belas meter. Angin yang berhembus cukup kencang kemungkinan menjadikan api
hasil pembakaran sampah melalap toko yang dindingnya hanya terbuat dari gedek,”
ungkapnya
Iptu Gunawan mengaku, hingga kini pihaknya melakukan lidik siapa orang yang lakukan
pembakaran sampah dibelakang toko vulkanisir tersebut.
“Kita
masih lakukan lidik,” terangnya. (Dc)



COMMENTS