BROMO FM : Rabu 17/07/13 Pukul 16.30 Wib Reporter : Habibi Gambar Ilustrasi Pajarakan : Datangnya bulan suci ramadh...
BROMO FM : Rabu 17/07/13 Pukul 16.30 Wib
Reporter : Habibi
Gambar Ilustrasi
Pajarakan : Datangnya bulan suci ramadhan sepertinya sudah tidak berarti lagi bagi para pemuda dan remaja, malah sebaliknya dibuat kesempatan untuk melakukan hal yang tidak wajar. Hal ini seperti yang diungkapkan Kanit Reskrim Polsek Pajarakan Aiptu Supardi Kamis (18/7) bahwa bentrok masih terjadi dibulan ramadhan.
“Awalnya saya ingin melerai pertengkaran teman saya dengan
tujuh pemuda yang tidak dikenal, tapi saya malahan dikeyok,” ungkap Saifullah
(19) warga Desa Tlogo Sari, Kecamatan Tiris, Kabupaten Probolinggo di depan
anggota penyidik Polsek Pajaran Rabu 17/7.
Kejadian pengeroyokan ini terjadi sekitar pukul 16.00 di
Dusun Bawangan, Desa Pajarakan, Kecamatan Pajarakan.
Menurut Aiptu Supardi, korban yang masih berstatus santri
Zainul Hasan bersama tiga temannya hendak membayar uang pendaftaran melalui
Bank BRI Kraksaan.
Korban yang membonceng temannya, Ariyanto (19) sesame santri
berangkat dari pesantren Zainul Hasan sekitar pukul 15.40 menuju Kraksaan.
Sedangkan teman yang satu, M. Solihuddin (18) warga Desa Sologodig, Kecamatan
Pajarakan menaiki sepeda motor sendirian.
Sesampai di Dusun Bawangan, Desa Pajarakan (TKP) sebuah
rombongan pemuda yang menaiki sepeda motor langsung memukul kepala M.
Solihuddin.
Merasa tidak bersalah, Solihuddin berhenti dan melakukan
teguran pada rombongan pemuda bermotor ini. Pun demikian dengan Saifullah. Dan
cekcok mulut tidak terhindarkan.
Melihat temannya melakukan percekcokan, Saifullah hendak
melerai. Namun bukan ucapan terimakasih yang didapat, rombongan pemuda bermotor
yang berjumlah tujuh orang ini langsung mengeroyoknya hingga darah mengucur di
kepala belakangnya.
Namun Supardi mengaku menemui kendala karena korban tidak
bisa mengenal nama dan mengetahui salah
satu plat nomer rombongan pemuda yang menyerangnya.
“Kita melakukan lidik dalam kasus ini ,” ungkapnya.
Dalam laporan pemukulan ini, Saifullah didepan penyidik
mengaku melihat salah satu rombongan pemuda itu membawa botol minuman keras
(Miras).
“Dugaan sementara pelaku pemukulan mabuk,” ungkapnya.
Saat ini, Supardi mengaku hanya bisa mengetahui ciri pelaku
dan warna motor yang dinaikinya. (Dc)


COMMENTS