BROMO FM : Jumat 05/07/13 Pukul 18.49 Wib Reporter : S. Habibi Kraksaan .Bukan perbincangan yang biasa hal Tembakau di probolinggo.Bagaim...
BROMO FM : Jumat 05/07/13 Pukul 18.49 Wib
Reporter : S. Habibi
Kraksaan.Bukan perbincangan yang biasa hal Tembakau di probolinggo.Bagaimana tidak, Kab. Probolinggo juga termasuk penghasil tembakau terbesar di Jawa Timur. Keberadaan tembakau di pertanian Kab.Probolinggo hampir mencapai 70% dari keseluruhan yang ada di kabupaten probolinggo kecuali pegunungan. Namun kini hujan masih mengguyur beberapa bagian yang ada di Kabupaten Probolinggo utamanya di Kraksaan, Krejengan, Besuk, Paiton dimana daerah tersebut kebanyakan ladang bungkusan tembakau yang berharga emas tersebut.
Tentunya dampak dari hujan yang tidak menentu tersebut, banyak dari kalangan petani yang merasa resah dengan turunnya hujan tersebut. Passalnya tembakau yang relatif masih berusia 2 minggu atau masih tingginya sekitar 70 cm tersebut terancam mati atau membusuk.
Menurut salah satu petani yang di temui oleh Reporter Radio Bromo Fm mengatakan " kalu sekarang sudah tidak setabil, imbasnya kepada kami banyak. Utamanya pada bibit yang baru. Banyak yang mati atau busuk karena terlalu banyak kadar air yang berlebihan. Sehingga yang masih berusia 2 sampai 3 minggiu terancam mati dan menanam lagi" Kata Bapak Muhammad.
Hal yang sama juga dirasakan oleh bapak To. " Kalu punya saya masih berusia muda, tingginya sekitar Lutut Saya, namun bunga pada ujungnya sudah mulai ada, namun kami tetap berusaha untuk menanam sebaik
mungkin, karena yang di harapkan oleh petani tembakau tidak hujan lagi apa lagi hampir semalam, harga jualnyapun semoga di tahun ini meningkat. Sehingga semua petani bisa menikmati hasil Manisnya" imbuhnya. (Hb)
Reporter : S. Habibi
Kraksaan.Bukan perbincangan yang biasa hal Tembakau di probolinggo.Bagaimana tidak, Kab. Probolinggo juga termasuk penghasil tembakau terbesar di Jawa Timur. Keberadaan tembakau di pertanian Kab.Probolinggo hampir mencapai 70% dari keseluruhan yang ada di kabupaten probolinggo kecuali pegunungan. Namun kini hujan masih mengguyur beberapa bagian yang ada di Kabupaten Probolinggo utamanya di Kraksaan, Krejengan, Besuk, Paiton dimana daerah tersebut kebanyakan ladang bungkusan tembakau yang berharga emas tersebut.
Tentunya dampak dari hujan yang tidak menentu tersebut, banyak dari kalangan petani yang merasa resah dengan turunnya hujan tersebut. Passalnya tembakau yang relatif masih berusia 2 minggu atau masih tingginya sekitar 70 cm tersebut terancam mati atau membusuk.Menurut salah satu petani yang di temui oleh Reporter Radio Bromo Fm mengatakan " kalu sekarang sudah tidak setabil, imbasnya kepada kami banyak. Utamanya pada bibit yang baru. Banyak yang mati atau busuk karena terlalu banyak kadar air yang berlebihan. Sehingga yang masih berusia 2 sampai 3 minggiu terancam mati dan menanam lagi" Kata Bapak Muhammad.
Hal yang sama juga dirasakan oleh bapak To. " Kalu punya saya masih berusia muda, tingginya sekitar Lutut Saya, namun bunga pada ujungnya sudah mulai ada, namun kami tetap berusaha untuk menanam sebaik
mungkin, karena yang di harapkan oleh petani tembakau tidak hujan lagi apa lagi hampir semalam, harga jualnyapun semoga di tahun ini meningkat. Sehingga semua petani bisa menikmati hasil Manisnya" imbuhnya. (Hb)


COMMENTS