BROMO FM : Senin 14/07/13 Pukul 09.00 Wib Reporter : Dicko Kraksaan : Maraknya petani yang tanam tembakau tahun ini seakan-akan membu...
BROMO FM : Senin 14/07/13 Pukul 09.00 Wib
Reporter : Dicko
Kraksaan : Maraknya petani yang tanam tembakau tahun ini seakan-akan membuatnya pesimis untuk waktu panen yang telah dinantiya yang tinggal menghitung minggu saja, khususnya didaerah Paiton Kabupaten Probolinnggo. Pasalnya pada situasi dan kondisi sekarang ini cuacanya tidak bersahabat, sehingga pertumbuhan tembakau yang masih butuh perawatan intensif sudah kebanyakan layu terkulai, disebabkan adanya hujan yang terus menerus. Hal seperti ini membuat petani gagal merawat tembakaunya yang dinilai meskipun dirawat adalah suatu hal yang percuma.
Haryanto, salah satu petani tanam tembakau (40) asal Sukodadi Paiton mengakui bahwa adanya cuaca yang seperti sekarang ini sudah dinilai sangat buruk sekali, terjadinya cuaca yang tak bersahabat ini membuat dirinya hampir patah semangat, " saya benar-benar tidak menyangka akan terjadi cuaca seperti ini. Semua diluar dugaan akan terjadi cuaca yang buruk ini.Akan tetapi akan saya coba jalani saja, dan seoeri apa nantinya saat dipanen," ungkapnya
Sementara Kepala Dinas Perkebunan dan Kehutanan, Raharjo,SP.MMA melalui Kabid Perkebunan dan Kehutanan, Ir.Yulis Setyaningsih,MM mengungkapkan saat di wawancarai Reporter Bromo fm. Bahwa data tembakau Paiton VO untuk tahun 2012.Rencana (Ha) mencapai 8.722. Realisasi (Ha) mencapai 12.415,80. Produksi (Ton) mencapai 13.924,60, ungkapnya.
Yulis mengakui, untuk Proyeksi Areal Tanam (PAT) 2013 di Kabupaten Probolinggo terdiri dari 7 Kecamatan yaitu, Piton , Kotaanyar , Pakuniran , Besuk , Krejengan , Kraksaan dan Gading.
" Kebutuhan bahan baku tembakau Paiton sebesar 11.033 ton dengan asumsi produktivitas1,2 ton/Ha maka proyeksi areal tanam seluas 9.194 Ha. Rencana tahun ini mengalami kenaikan sebesar 5,4% dari tahun lalu, yaitu dari luas 8.721 Ha (tahun 2012) menjadi 9.194 Ha (tahun 2013), ini dikarenakan adanya kenaikan kebutuhan bahan baku aloh pabrikan dari 10.466 ton (tahun 2012) menjadi 11.033 (tahun 2013)," jelas Ir. Yulis. (Dc)


COMMENTS