PROBOLINGGO, KOMPAS.com -- Ratusan warga Desa Sologudig Kulon, Kecamatan Pajarakan, Kabupaten Probolinggo, nyaris membakar mobil PL...
PROBOLINGGO, KOMPAS.com -- Ratusan warga Desa Sologudig Kulon, Kecamatan Pajarakan, Kabupaten Probolinggo, nyaris membakar mobil PLN yang bertugas sebagai pelayanan teknik, Selasa (12/2/2013).
Penyebabnya, warga di desa itu geram dan menganggap PLN menjadi penyebab rusaknya ratusan alat elektronik berupa televisi, laptop, kulkas serta mesin air milik mereka.
Warga menduga petugas PLN melakukan kesalahan saat memperbaiki travo di desa itu. Saat itu juga ratusan warga langsung menyandera mobil PLN dan hampir membakarnya.
Satar (56), warga setempat, menjelaskan, seusai travo dibenahi sekitar pukul 12:00, warga lalu menancapkan kabel elektroniknya ke listrik. "Saat itu juga, televisi warga mengeluarkan asap dan kulkasnya berbunyi dut," ucapnya.
Akibatnya, banyak barang elektronik rusak total. Warga menduga hal itu akibat kesalahan petugas teknik PLN, sehingga mereka marah dan hendak melampiaskannya ke petugas PLN dan mobilnya.
"Untung, Kapolsek Pajarakan dan sejumlah anggota mengamankan petugas PLN dan mobil PLN itu," ujar Sattar.
Kepala Desa Sologudig, Sri Wahyuni menjelaskan, warganya kesal dengan pelayanan PLN karena sering padam, dan kalau telat bayar listrik didenda.
Kapolsek Pajarakan AKP Sugeng Wikhanto menyatakan, petugas PLN dengan disaksikan perangkat Desa Sologudig Kulon sudah membuat surat pernyataan untuk mengganti barang elektronik warga yang rusak akibat kecerobohannya saat memperbaiki travo.
"Ini masih dalam pendataan, dan petugas PLN APJ Kraksaan siap untuk mengganti kerugian milik warga yang barang elektroniknya rusak," tuturnya.
Perwakilan APJ PLN Kraksaan, Sandy saat dikonfirmasi di Polsek Pajarakan, enggan berkomentar banyak. "Jangan dibesar-besarkan, mau diganti kok," katanya.
Editor :
Farid Assifa
sumber : kompas.com


COMMENTS