JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) dengan tegas menyatakan akan memecat jajarannya di Dinas Kependudukan dan Catatan Sip...
JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) dengan tegas menyatakan akan memecat jajarannya di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) bila terbukti terlibat dalam kasus penjulan bayi yang diduga melibatkan oknum aparat.
"Belum tahu. Kalau memang ada ya dicopot," tegas Jokowi saat meninjau tanggul Banjir Kanal Barat yang sempat jebol pada 17 Januari lalu, Sabtu (9/2/2013).
Menurut mantan Wali Kota Solo itu, kasus penjualan bayi merupakan tindak kriminal yang sangat keji. "Itu betul-betul kriminal luar biasa itu kan. Kalau tersangka kan itu kewenangan aparat, tapi kalau posisinya sudah tersangka ya kita copot," tegasnya.
Seperti diberitakan, kasus perdagangan bayi yang diungkap beberapa waktu diduga melibatkan keterlibatan oknum petugas kependudukan dan pencatatan sipil (Dukcapil) yang berperan dalam sindikat kasus tersebut.
Menurut Kasat Reskrim Polres Jakarta Barat, AKBP Hengki Heryadi, oknum Dukcapil yang terlibat diduga memalsukan identitas bayi yang dimasukkan ke dalam kartu keluarga (KK) dan Paspor.
Oknum Dukcapil wilayah Jakarta Pusat, kata Hengki, sudah dilakukan pemeriksaan oleh Kepolisian terkait dengan identitas bayi di Kartu Keluarga. "Sudah kami lakukan pemeriksaan, petugas Dukcapil Jakarta Pusat berinisial J," tuturnya.
(ded)"Belum tahu. Kalau memang ada ya dicopot," tegas Jokowi saat meninjau tanggul Banjir Kanal Barat yang sempat jebol pada 17 Januari lalu, Sabtu (9/2/2013).
Menurut mantan Wali Kota Solo itu, kasus penjualan bayi merupakan tindak kriminal yang sangat keji. "Itu betul-betul kriminal luar biasa itu kan. Kalau tersangka kan itu kewenangan aparat, tapi kalau posisinya sudah tersangka ya kita copot," tegasnya.
Seperti diberitakan, kasus perdagangan bayi yang diungkap beberapa waktu diduga melibatkan keterlibatan oknum petugas kependudukan dan pencatatan sipil (Dukcapil) yang berperan dalam sindikat kasus tersebut.
Menurut Kasat Reskrim Polres Jakarta Barat, AKBP Hengki Heryadi, oknum Dukcapil yang terlibat diduga memalsukan identitas bayi yang dimasukkan ke dalam kartu keluarga (KK) dan Paspor.
Oknum Dukcapil wilayah Jakarta Pusat, kata Hengki, sudah dilakukan pemeriksaan oleh Kepolisian terkait dengan identitas bayi di Kartu Keluarga. "Sudah kami lakukan pemeriksaan, petugas Dukcapil Jakarta Pusat berinisial J," tuturnya.
SUMBER:OKEZONE.COM


COMMENTS