BROMOFM , PLN diadili DPRD selama Januari 6 kali padam, kalangan usaha dan industri mengeluh rugi PROBOLINGGO - Sering pada...
BROMOFM , PLN diadili DPRD selama Januari 6 kali padam, kalangan usaha dan industri mengeluh rugi
PROBOLINGGO
- Sering padamnya listrik tanpa pemberitahuan membuat masyarakat
terutama kalangan pengusaha di Kota Probolinggo mengeluhkan kinerja PLN
setempat. Komisi A DPRD pun akhirnya ’mengadili’ pihak PLN melalui rapat
dengar-pendapat (hearing) di gedung DPRD Kota Probolinggo, Senin
(28/1).
Hearing yang dipimpin Ketua Komisi A, Asad Anshari itu
dihadiri Manager PLN Unit Pelayanan Jaringan (UPJ) Probolinggo, Hudono,
pengusaha, dan Lembaga Pengaduan Konsumen (LPK) Kota Probolinggo.
”Selama
Januari 2013 saja, berkali-kali listrik PLN padam mendadak. Perusahaan
kami pun merugi karena tidak bisa berproduksi,” ujar Manager Umum PT
Riva Garment, Darin saat hearing.
Darin mengatakan, selama
Januari ini sudah enam kali listrik PLN padam. ”Saya mencatat, tanggal
6, 11, 12, 14, 15, dan terakhir pagi ini, tanggal 28 listrik juga
padam,” ujarnya.
Akibatnya listrik ”byar-pet” tanpa
pemberitahuan lebih dulu itu perusahaan pakaian jadi (garmen) di Jl.
Brantas, Kota Probolinggo itu merugi. ”Perusahaan kami memiliki 600
pekerja, kalau sampai satu jam saja listrik padam, kami merugi sekitar
Rp 7,5 juta,” ujarnya.
Kerugian sebesar itu, kata Darin,
dihitung dari output (produksi) yang hilang yakni, sekitar 500 potong
celana/jam. ”Buyer pun sampai mengurangi jumlah pesanan garmen,”
ujarnya.
Dikatakan jika lebih sejam menunggu listrik belum
juga menyala, perusahaan garmen itu terpaksa memulangkan pekerjanya.
”Disuruh menunggu terus, ya kalau listriknya segera menyala,” ujar
Darin.
Sebenarnya perusaaan PT Diva Garment tidak sendirian.
Soalnya di kawasan industri Jl. Brantas bercokol puluhan industri lain,
yang juga menggantungkan kinerjanya pada pasokan listrik PLN.
”Kalau
PLN ’byar-pet’ atau sering padam, yang dirugikan tidak hanya kalangan
industri, tetapi juga ribuan warga Kota Probolinggo,” ujar Asad.
Dikatakan pihak PT Riva Garment sengaja diundang, karena sempat
mengeluhkan seringnya listrik padam mendadak.
Di luar PT Riva
Garment, usaha kecil seperti warnet juga mengaku rugi terkait listrik
yang sering ”byar-pet”. ”Kalau pas listrik padam, dalam sehari omzet
kami bisa turun hingga separonya,” ujar Ujung Cahyo, operator Warnet
Zahra, Kota Probolinggo.
Cahyo menambahkan, usaha warnetnya
yang memiliki 10 unit komputer setiap hari meraup pendapatan sekitar Rp
250 ribu. ”Begitu listrik padam, pendapatan kami tingga separonya,”
ujarnya.
”Selain itu kami juga menerima keluhan dari pengusaha
laundry dan katering terkait seringnya listrik padam,” ujar Asad.
Politisi PKNU itu mempertanyakan, apakah pihak PLN tidak bisa mengurangi
angka ”byar-pet” itu.
Sementara itu Djoko dari LPK Kota
Probolinggo mengatakan, jika warga terlambat membayar listrik dikenai
denda. ”Sisi lain kalau listrik sering padam, wajar kalau warga
teriak-teriak,” ujarnya.
Pohon Tumbang
Manager UPJ PLN Probolinggo, Hudono mengakui, selama puncak musim hujan, Januari ini listrik PLN memang sering padam. ”Itu padam karena gangguan, bukan pemadaman terencana karena ada pembenahan jaringan yang terjadwal,” ujarnya.
Pohon Tumbang
Manager UPJ PLN Probolinggo, Hudono mengakui, selama puncak musim hujan, Januari ini listrik PLN memang sering padam. ”Itu padam karena gangguan, bukan pemadaman terencana karena ada pembenahan jaringan yang terjadwal,” ujarnya.
Gangguan yang sering terjadi saat musim
hujan, kata mantan Kepala UPJ PLN Kraksaan itu, jaringan listrik
terserempet hingga tertimpa pohon tumbang. ”Di musim hujan, apalagi
kalau disertai angin kencang, sering terjadi pohon tumbang menimpa
jaringan listrik,” ujarnya.
Hudono menambahkan, jaringan
penyulang listrik yang melintasi kawasan lereng Gunung Bromo pun rawan
gangguan. Soalnya jaringan itu menerebos rerimbunan bambu milik warga
hingga wilayah hutan pinus milik Perhutani. ”Kami pernah menyurati
Perhutani terkait perabasan (pemotongan, Red.) ranting-ranting pohon
pinus, ternyata harus menunggu izin dari Perhutani pusat,” ujarnya.
Bahkan
gangguan jaringan listrik juga terjadi di kawasan Kota Probolinggo
berupa pohon-pohon peneduh di tepi jalan. ”Untuk melakukan perabasan,
kami harus berkoordinasi dengan BLH (Badan Lingkungan Hidup, Red.),”
ujar Hudono. isa
sumber:http://www.surabayapost.co.id/?mnu=berita&act=view&id=12626c18d8d33fdfd642f690ffb85a50&jenis=c81e728d9d4c2f636f067f89cc14862c


COMMENTS