Sampang (beritajatim.com) - Dalam satu bulan terakhir, jumlah pasien penyakit demam berdarah (DB) di kabupaten Sampang terus meningkat. Ber...
Sampang (beritajatim.com) - Dalam satu bulan terakhir, jumlah pasien penyakit demam berdarah (DB) di kabupaten Sampang terus meningkat. Berdasarkan data Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sampang, jumlah sebanyak 155 pasien. Terdiri dari 95 pasien anak-anak dan 20 pasien dewasa.
Humas RSUD Sampang dr Yuliono memperdiksi penderita DB akan terus meningkat hingga bulan Maret mendatang. "Untuk menekan angka penderita DB di Sampang, kami telah mengirimkan surat kepada Dinas Kesehatan setempat untuk melakukan fogging atau pengasapan di wilayah yang dinilai endemis penyakit DB," terangnya, Jumat (25/1/2013).
Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Sampang dr.Firman Pria Abadi saat dikonfirmasi melalui jaringan telepon membenarkan kalau jumlah penderita DB di Sampang pada awal tahun 2013 ini mengalami peningkatan. Menurutnya, fogging tidak sepenuhnya menjadi solusi utama mengatasi demam berdarah.
Firman menandaskan bahwa yang terpenting adalah masyarakat bisa menjaga kebersihan lingkungan dengan cara 3 M, yaitu menguras bak mandi, menimbun kaleng bekas, dan menutup bak penampungan air. Ketiganya penting untuk memutus rantai perkembangan nyamuk penyebar penyakit DBD tersebut.
"Dari 14 kecamatan di kabupaten Sampang, ada 9 kecamatan merupakan wilayah endemis penyakit DB," pungkasnya. [sar/but]
Humas RSUD Sampang dr Yuliono memperdiksi penderita DB akan terus meningkat hingga bulan Maret mendatang. "Untuk menekan angka penderita DB di Sampang, kami telah mengirimkan surat kepada Dinas Kesehatan setempat untuk melakukan fogging atau pengasapan di wilayah yang dinilai endemis penyakit DB," terangnya, Jumat (25/1/2013).
Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Sampang dr.Firman Pria Abadi saat dikonfirmasi melalui jaringan telepon membenarkan kalau jumlah penderita DB di Sampang pada awal tahun 2013 ini mengalami peningkatan. Menurutnya, fogging tidak sepenuhnya menjadi solusi utama mengatasi demam berdarah.
Firman menandaskan bahwa yang terpenting adalah masyarakat bisa menjaga kebersihan lingkungan dengan cara 3 M, yaitu menguras bak mandi, menimbun kaleng bekas, dan menutup bak penampungan air. Ketiganya penting untuk memutus rantai perkembangan nyamuk penyebar penyakit DBD tersebut.
"Dari 14 kecamatan di kabupaten Sampang, ada 9 kecamatan merupakan wilayah endemis penyakit DB," pungkasnya. [sar/but]


COMMENTS